Diduga Korban Begal, Warga Sajira Ditemukan Tewas di Jalan

Begal
Ilustrasi/ Inet

SAJIRA – Warga Kampung Ciluwuk, Desa Pajagan, Kecamatan Sajira Lebak, Masjen (45) ditemukan tewas mengenaskan di jalan poros Desa Mekarsari – Pajagan pada Jumat (4/3/2016) sekira pukul 18.30 WIB. Pada tubuh korban ditemukan beberapa luka diduga akibat benda tumpul dan tajam.

Informasi yang diperoleh Harian Radar Banten, Masjen diduga dibunuh oleh pelaku pembegalan sepeda motor. Sebab, pada Jumat siang korban pergi menggunakan sepeda motor Honda Beat warna merah menuju Kecamatan Rangkasbitung. Masjen baru berjalan pulang pada sore hari. Sampai di jalan poros Desa Mekarsari – Pajagan yang membelah hutan di Desa Mekarsari, waktu menjelang magrib.

Di lokasi itulah, Masjen diduga dibegal pelaku bersenjata tajam. Nyawa korban dihabisi. Jasadnya dibiarkan tergeletak bersimbah darah di jalan dan akhirnya ditemukan warga. Sementara, sepeda motor korban tidak ditemukan. Kasus ini kemudian dilaporkan warga ke Polsek Sajira.

Polisi yang datang ke lokasi kejadian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara, kemudian mengevakuasi jasad Masjen ke RSUD dr Adjidarmo di Kecamatan Rangkasbitung untuk diautopsi. Jasad korban diterima pihak Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Adjidarmo sekira pukul 19.50 WIB.

Sejumlah keluarga dan kerabat Masjen kemudian berdatangan ke RSUD dr Adjidarmo, beberapa di antaranya, ada yang menangis. Kerabat korban lainnya melarang wartawan yang hendak mengabadikan penanganan petugas medis rumah sakit dan tim identifikasi Polres Lebak terhadap jasad Masjen.

Menurut salah satu kerabat korban bernama Juhri, Masjen tewas dengan kepala pecah di bagian belakang dan wajah bonyok diduga akibat hantaman benda tumpul. Luka tusukan akibat benda tajam juga ditemukan di bagian punggung korban dan hampir tembus ke dada.

“Warga kemudian berdatangan (ke lokasi kejadian-red) untuk melihat Masjen yang bersimbah darah,” kata Juhri kepada wartawan di RSUD dr Adjidarmo pada Jumat malam (4/3/2016).

Juhri yakin, Masjen menjadi korban pembegalan. Dugaan itu bukan hanya karena sepeda motor korban hilang, tetapi juga karena situasi di lokasi kejadian yang sepi dan berada di tengah hutan.

“Masyarakat geram dengan kejadian ini, apalagi lokasi kejadiannya hanya berjarak kurang lebih 500 meter dari Kampung Ciluwuk,” tukas Juhri.

Dia meminta aparat kepolisian bertindak cepat dan menangkap pelaku yang disinyalir berjumlah lebih dari satu orang itu. Dia berharap, pelaku yang tega menghabisi nyawa Masjen dapat dihukum berat. Masjen meninggalkan satu istri dan tiga anak.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Lebak Ajun Komisaris Polisi (AKP) David Chandra Babega membenarkan, pihaknya tengah menangani kasus penemuan jasad Masjen. Dia belum bisa memastikan kasus yang dialami korban. “Kami sudah meminta keterangan masyarakat di Ciluwuk. Mudah-mudahan, ada titik terang,” katanya. (RB/tur/don/ags)