Bawaslu memanggil caleg PDI Perjuangan yang diduga melakukan politik uang.

LEBAK – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Lebak memanggil calon anggota legislatif (caleg) PDI Perjuangan Agus Ismatullah (AI). Caleg dengan suara terbanyak di internal PDI Perjuangan di daerah pemilihan (dapil) Lebak IV tersebut dilaporkan atas dugaan kasus politik uang pada pemilu 2019.

Ketua Bawaslu Lebak Odong Hudori menyatakan, pada 29 April 2019 lalu Panwaslu Kecamatan Cibeber menerima laporan dugaan politik uang yang dilakukan Agus di Kampung Ciherang, Desa Ciherang, Kecamatan Cibeber. Laporan tersebut kemudian diteruskan kepada Bawaslu Lebak, karena ada unsur tindak pidana pemilu. Namun, Panwaslu Cibeber meminta pelapor untuk melengkapi berkas laporan terlebih dahulu agar memenuhi syarat formil dan materil. Setelah berkas laporan dilengkapi, kasus dugaan politik uang dilimpahkan ke Bawaslu Lebak.

“Sekarang, kita sedang tangani kasus dugaan money politics yang dilaporkan masyarakat berinisial F. Laporan tersebut sedang diproses bersama Sentra Penegakan Hukum Terpadu,” kata Odong Hudori kepada wartawan di kantornya, Jumat (10/5).

Menurutnya, Sentra Gakkumdu telah memintai keterangan atau klarifikasi dari enam orang saksi pelapor dan terlapor. Pemeriksaan saksi tersebut untuk menggali berbagai informasi atau fakta hukum yang terjadi di lapangan

“Udah enam orang dari unsur pelapor dan terlapor yang kita mintai keterangan,” ungkapnya.

Caleg PDI Perjuangan Agus Ismatullah membantah telah melakukan politik uang pada pemilu 2019. Sampai sekarang, dirinya tidak tahu mengenai materi yang dilaporkan oleh pelapor berinisial F tersebut. Apalagi, tempat kejadian dugaan money politics informasinya di Kampung Ciherang.

“Saya tidak melakukan money politics. Suara terbanyak yang saya raih di internal PDI Perjuangan murni hasil kerja keras dari tim, relawan, dan saya yang langsung sosialisasi kepada masyarakat,” tegasnya.(Mastur)