Diduga Lakukan Pungli, Ketua PGRI Serang Diciduk

0
178

SERANG – Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) mengamankan Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Serang Muhtadi karena diduga melakukan pungutan liar (pungli), Kamis (9/11). Muhtadi diinformasikan melakukan pungli pada proyek pembangunan gedung PGRI Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang.

Informasi yang diterima Radar Banten dari berbagai sumber, Muhtadi diciduk Tim Saber Pungli pada Kamis (9/11) di kantor UPTD Dindikbud Kopo. Muhtadi yang juga merupakan pejabat struktural di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang ini digadang-gadang melakukan pungli kepada petugas di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dindikbud Kecamatan Kopo.

Sekretaris PGRI Kabupaten Serang Janjusi membenarkan kabar tersebut. Kata Janjusi, Tim Saber Pungli mengamankan Muhtadi atas dugaan pungutan liar pada pembangunan gedung PGRI Kecamatan Kopo. “Untuk pembangunan kantor cabang (kantor PGRI-red) di Kecamatan Kopo,” katanya melalui sambungan telepon seluler, Jumat (10/11).

Akan tetapi, Janjusi tidak mau menjelaskan lebih perinci soal kasus yang melibatkan ketua organisasinya itu. Menurut Janjusi, kasus itu hanya soal kesalahpahaman saja. “Dari UPT (UPTD Dindikbud Kecamatan Kopo-red) ingin membantu pembangunan kantor cabang, tapi ada masalah,” tukasnya.

Saat ditanya soal besaran pungutan dan proses pengamanan Muhtadi, Janjusi enggan menjelaskan. Menurutnya, saat ini Muhtadi sedang diproses di Polres Serang. “Ke polres saja. Kami juga akan ke polres untuk menjenguk,” tandasnya.

Plt Sekretaris Daerah Agus Erwana membenarkan soal penangkapan ketua organisasi guru itu. Namun, ia belum mendapatkan laporan secara jelas soal kasus yang melibatkan Muhtadi. “Kalau informasi sementara, sudah ada. Kita lihat dulu persoalannya belum kita pelajari karena belum ada laporan yang terperinci,” katanya.

Namun, Agus mengungkapkan bahwa kasus yang dihadapi Muhtadi bukan soal pembangunan gedung PGRI di Kecamatan Kopo, melainkan soal iuran untuk hari ulang tahun (HUT) PGRI. “Tapi, kita juga belum tahu yang jelas yang mana karena ada beberapa kegiatan itu,” kata salah satu Tim Saber Pungli yang dilantik pekan lalu ini.

Asda I Kabupaten Serang ini mengaku sudah meminta Kepala Dindikbud Kabupaten Serang Asep Nugrahajaya untuk membuat laporan perinci soal kasus Muhtadi. “Dari laporan itu, nanti akan ada langkah-langkah yang harus ditempuh. Kami akan sesuaikan dengan tingkat kesalahannya. Setiap orang bersalah pasti ada punishment,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Saber Pungli Kabupaten Serang Komisaris Polisi (Kompol) Heri Sugeng belum bisa dikonfirmasi. Saat Radar Banten mencoba menghubungi, Heri tidak menjawab panggilan. (Rozak/RBG)