Diduga Teroris, Penjual Obat Herbal Dibekuk di Tangerang

Teroris

CISAUK – Dian Adi Priyana (39), terduga anggota kelompok teroris Abu Roban ditangkap anggota Densus 88 pada Minggu (21/2/2016). Dari penuturan warga sekitar, ayah lima anak ini dikenal sebagai penjual obat herbal dan es krim di rumahnya, Perumnas Suradita, Jalan Ceremai 1, RT 03/RW 04, Cisauk, Kabupaten Tangerang. Warga banyak yang tak menyangka Dian adalah teroris yang diburu aparat kepolisian.

Sebuah poster bertuliskan ”Di sini jual es krim cone cokelat” tertulis di sebuah kertas usang. Langganannya adalah bocah dan ibu rumah tangga sekitar perumahan. Selain berjualan, Dian adalah mantan pegawai di PT. Djaya Teknik, Bintaro, Kota Tangsel. Selepas dari sana, Dian langsung banting setir menjadi montir servis elektronik.

Dilansir dari Harian Radar Banten, Ketua RT 03 Suheriyanto mengatakan, Dian tipikal yang jarang bergaul bersama warga lainnya. Keluarga tersebut dikenal alim dan tak pernah berbuat cela. Setiap Minggu, ia sekeluarga menggunakan mobil Mazda Tavern pergi berliburan. ”Saya sering negor sih, tapi jarang ngobrol secara dekat,” terangnya.

Heri-panggilan Suheriyanto, mengatakan Dian bersama istrinya sudah menetap sejak tahun 2006. Mereka pindahan dari DKI Jakarta. Dari keterangannya, Dian sudah diawasi selama enam bulan terakhir, sebuah gardu menjadi tempat para intel melakukan pengawasan. ”Ya, kaget saja mas, mereka nggak aneh-aneh dalam mengerjakan ibadahnya,” ujarnya.

Sejak penangkapan, sambung Heri, warga lainnya sengaja bersikap pasif menghadapi kejadian ini. Menurutnya, ini sebagai bentuk rehabilitasi nama baik terduga teroris. ”Kita nggak mau lah ada apa-apa dengan keluarga mereka. Kami tetap menjaga dan membuka diri bagi istri dan lima anaknya kembali ke masyarakat,” tambah Heri.

Hal senada diungkapkan Mbah Sunip, tetangga Dian. Tidak ada aktivitas yang ganjil selama ini. Namun ia membenarkan bahwa selama ini keluarga itu tertutup. Ia hanya melihat Dian sehari sekali saat mengantarkan anaknya ke TK terdekat. ”Paling cuma lihat dia nganter anaknya yang kecil saja mas. Habis itu pulang dan nggak lihat-lihat lagi,” terangnya.

Di mata wanita ini, kealiman Dian terlihat karena ia adalah jamaah yang paling rajin di masjid tersebut. Selain itu, sosok istrinya yang bercadar memperkuat alasan tersebut. ”Dia (istri Dian-red) jarang kelihatan, anak-anak yang beli es krim cuma sampai di depan pintu saja, setelah itu nggak lihat lagi,” katanya.

Sementara, Kapolres Kota Tangsel AKBP Ayi Supardan mengatakan Dian diringkus setelah menghilang saat bom Thamrin meledak. Diketahui, Dian telah meninggalkan rumah pada akhir Desember lalu. ”Perannya sudah dari waktu bom Marriott dan bom Thamrin kemarin.” terang Ayi ketika dihubungi, Senin (22/2/2016).

Penangkapan dilakukan setelah adanya laporan warga melihat Dian berada di rumahnya. Ia yang tengah santai di dalam langsung diringkus aparat. Berdasarkan pantauan di kediaman Dian pada Senin siang, suasana nampak sepi dan lengang. (RB/mg-20/asp)