Diguyur Hujan Deras, Tiga Ruang Kelas SMAN Cilograng Ambruk

KCD Pendidikan Kabupaten Lebak Syargawi (kiri) meninjau gedung SMAN 1 Cilograng yang ambruk, Selasa (5/6).

CILOGRANG – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Cilograng mengakibatkan atap tiga ruang kelas SMA Negeri Cilograng ambruk pada Senin (4/6) sekira pukul 23.00 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut, tetapi kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Informasi yang dihimpun Radar Banten, gedung SMAN 1 Cilograng dibangun pada 2008. Pada awal 2018, gedung mengalami kerusakan akibat guncangan gempa dengan kekuatan 5,2 skala richter (SR). Sejak saat itu, ruang kelas yang berada di lantai dua tidak lagi digunakan untuk kegiatan belajar mengajar (KBM), karena dikhawatirkan membahayakan keselamatan siswa dan guru. Pada malam Selasa, hujan deras mengguyur wilayah Cilograng dan sekitarnya. Atap rangka baja tiba-tiba ambruk dan sampai sekarang belum dirapihkan pihak sekolah.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lebak, Provinsi Banten Syargawi membenarkan, atap ruang kelas SMAN 1 Cilograng ambruk pada malam Selasa lalu. Kejadian tersebut mengagetkan penjaga sekolah dan masyarakat sekitar. Mereka kemudian melihat runtuhan genting dan rangka baja di SMAN 1 Cilograng yang berantakan di lantai sekolah. “Kejadiannya malam hari sekira pukul 23.00 WIB. Setelah menerima laporan terkait sekolah ambruk, saya langsung meninjau ke lokasi,” kata Syargawi kepada Radar Banten, kemarin.

Dari keterangan pihak sekolah dan pantauan di lapangan, kerugian akibat ambruknya atap bangunan SMAN Cilograng ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Ke depan, dia meminta kepada semua sekolah SMA sederajat untuk melakukan pendataan gedung sekolah rusak. Dia khawatir, kejadian tersebut terjadi lagi di sekolah lain. Jika ada sekolah yang rusak berat maka KCD Pendidikan merekomendasikan kepada sekolah untuk tidak menggunakan bangunan itu lagi. “Semoga, secepatnya ada solusi dari pemerintah untuk menangani sekolah yang ambruk di Cilograng. Jangan sampai, kejadian tersebut mengganggu aktivitas KBM,” tegasnya.

Kepala SMAN 1 Cilograng Uung Umaryadi mengklaim, telah melaporkan kejadian ambruknya atap sekolah kepada Gubernur Banten dan Dindikbud Banten. Ketika ditanya terkait kronologi kejadian ambruknya bangunan sekolah dan data sekolah, Uung enggan memberikan keterangan kepada wartawan. “Kewajiban saya melaporkan ambruknya sekolah kepada Gubernur Banten, Dindikbud Banten, dan KCD Pendidikan. Hal itu sudah saya lakukan,” ungkapnya singkat.

Kapolsek Cilograng AKP Suparwono membenarkan, atap tiga ruang kelas SMAN 1 Cilograng ambruk pada malam Selasa lalu. Sekarang, kepolisian masih memintai keterangan dari pihak sekolah terkait kejadian tersebut. “Informasinya, gedung tersebut dibangun pada 2008. Tidak ada korban jiwa atau luka dalam musibah tersebut, karena terjadi pada malam hari,” jelasnya. (Mastur/RBG)