Diincar Ibu Gebetan, Mending Jomblo Saja

0
312 views

Edoy (30), nama samaran, tidak pernah menyangka kisah cintanya bak kisah dongeng Tangkuban Perahu, di mana Sangkuriang menyukai ibu kandungnya sendiri. Namun, kondisinya terbalik. Justru ibu dari wanita gebetannya yang bernama Siti (22), dialah Odah (35), bukan nama sebenarnya, mengejar-ngejar Edoy. Karena itu, Edoy memilih membatalkan niatnya untuk mendapatkan hati Siti dan kembali memilih menjadi jomblo. Ow ow ow.

Ditemui Radar Banten di Kecamatan Lebakwangi, Edoy siang itu sedang asyik duduk sambil ngopi dengan sebatang rokok yang terjepit di kedua jarinya di sebuah gardu. Iseng-iseng mengobrol, Edoy malah menceritakan kisah cintanya yang unik.

Diceritakan Edoy, perjumpaannya dengan Siti bermula saat mengikuti acara konvoi kelulusan sekolah. Edoy diajak temannya ikut gerombolan anak sekolah yang merayakan kelulusan keliling desa menggunakan sepeda motor. Saat itu, kebetulan Siti ikut naik motor Edoy.

“Saya ajak kenalan aja. Dia cantik, makanya langsung jatuh cinta,” kenangnya.

Sejak pertemuan itu, Edoy jadi sering menelepon Siti, memberi perhatian lebih, bahkan mengantar jemput Siti ke pasar. Hingga suatu hari, Siti yang sudah merasa dekat mengajak Edoy ke rumahnya dan bertemu dengan ibunya, Odah, yang berstatus janda. Meski sudah mempunyai anak sebesar Siti, Odah masih terlihat menarik untuk ukuran ibu beranak satu.

“Tapi, malas juga nikah sama emak-emak. Udah pakai dasteran,” cercanya. Jangan begitu, Kang. Nanti karma loh dapat emak-emak.

Lain dengan Siti, anaknya yang masih terlihat fresh. Bentuk tubuh Siti juga aduhai. Kulitnya kencang dan putih mulus, wajahnya juga cantik. Lantaran itu, Edoy kerap berangan-angan bisa menjadi pendamping Siti di pelaminan kelak meski sikap Siti masih seperti anak remaja yang sering ngambek.

“Tapi, yang begitu justru saya suka, lucu, imut gitu,” puji Edoy. Eaaaa.

Edoy jarang ngaca kayaknya, tampangnya pas-pasan. Badannya tinggi kurus dan berkulit hitam. Ia juga tidak bekerja, hanya membantu ayahnya menggarap sawah. Namun demikian, kesehariannya Edoy selalu berpenampilan perlente bak direktur perusahaan. Beruntung Edoy ditopang dengan keadaan di mana orangtuanya punya banyak harta yang diwariskan.  Dengan modal motor gedenya, Edoy selalu tampil berwibawa dan percaya diri setiap pergi apel ke rumah Siti. Suatu hari, Edoy menjemput Siti ke rumah. Namun, hanya ada Odah di rumah sendiri, sementara Siti kebetulan sedang membeli makanan.

Setelah dipersilakan masuk, Edoy kaget dengan sikap Odah yang tiba-tiba merayu dengan nada suara menggoda. Odah menyatakan rasa sukanya terhadap Edoy. “Dia langsung ngajak nikah ke saya. Buset deh,” aku Edoy.

Bukannya tergoda, Edoy justru malah takut. Ia tak bisa berkata apa-apa di hadapan Odah. Karena khawatir Odah akan bertindak macam-macam, Edoy pun langsung mengeluarkan jurus langkah seribu, bergegas pulang dari rumah Siti. “Saya langsung pura-pura pengin pulang, untung Siti datang,” ujarnya.

Sepekan setelah kejadian itu, Edoy menceritakannya kepada Siti yang langsung membuatnya emosi mendengarnya. Namun, sejak menceritakan kejadian itu, justru Edoy dicampakkan Siti yang langsung pergi begitu saja tanpa penjelasan apa-apa. “Kalau ketemu juga dia buang muka,” kesalnya.

Alasan Edoy tidak mau memiliki pasangan yang lebih tua karena khawatir hidupnya bakal diatur-atur selama berumah tangga. “Target saya cari istri yang usianya jauh lebih muda dong,” tukasnya.

“Iyalah, perempuan tuh kalau sudah nikah cepat tua,” imbuhnya. Sotoy nih Kang Edoy.

Sampai saat ini, status Edoy masih jomblo dan mengaku ingin cepat-cepat menikah. “Pokoknya, kalau ada cewek yang mau sama saya, bagaimanapun kondisinya, asal masih muda pasti saya terima,” tegasnya. Rada linglung dikit enggak apa-apa ya, Kang! (mg06/zai/ira)