Dikira Gempa, Ternyata Bus Hantam Rumah

Bus Arimbi jurusan Kalideres-Merak dengan nomor polisi B 7189 BGA menabrak salah satu rumah milik warga Pulomerak. Akibatnya, bus dan rumah itu hancur, Kamis (23/8).

PULOMERAK – Pukul 02.30 WIB, keluarga Rahman langsung bangun dari tidur lelap setelah merasakan getaran dan dentuman keras di rumahnya. Warga Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, itu mengira terjadi gempa. Tetapi, setelah keluar rumah, keluarga itu kaget melihat bus Arimbi dalam keadaan ringsek tepat berada di depan rumah.

Bus Arimbi jurusan Kalideres-Merak dengan nomor polisi B 7189 BGA menabrak rumah milik Rahman sekira pukul 02.30 WIB. Bus itu menabrak rumah pengusaha kapal itu dari bagian samping pagar rumah.

Puji, salah satu keluarga Rahman menceritakan, pada malam kejadian, berdasarkan cerita dari kakaknya, Tri (istri Rahman), saat itu keluarga Rahman sedang tidur lelap di kamar masing-masing yang berada di bagian tengah dan belakang rumah. Pada pukul 02.30 itulah tiba-tiba terasa getaran dan dentuman keras. Menduga gempa bumi, seluruh orang yang berada di dalam rumah berhamburan ke luar. Namun, saat berada di dekat pintu keluar, Rahman beserta keluarga kaget melihat ada bus Arimbi dengan kondisi yang ringsek dan bagian depan rumah mereka yang hancur.

Dari dalam bus itu penumpang berhamburan keluar, berdasarkan keterangan Tri, lanjut Puji, diperkirakan ada tujuh orang yang saat itu keluar dari bus. “Penumpang itu sama sopirnya langsung dibawa ke puskesmas dan rumah sakit,” ujar Puji di lokasi kejadian, Kamis (23/8).

Akibat dihantam bus berukuran besar itu, bagian kanan tembok pagar rumah, teras, pilar, garasi, serta satu unit mobil Jeep mengalami kerusakan parah. Puji menduga, sopir mengendarai bus itu dalam kecepatan yang cukup tinggi.

“Itu kan beton Pak bisa hancur, tiang saja, bisa patah, padahal besi corannya besar-besar. Lihat saja tuh depan mobilnya juga hancur,” tutur Puji.

Karena posisi rumah dekat dengan Markas Polsek Pulomerak, kecelakaan itu cepat mendapatkan penanganan dari aparat kepolisian sehingga korban yang mengalami luka-luka baik penumpang maupun sopir langsung mendapatkan penanganan medis dengan cepat.

Soal kerugian akibat kecelakaan itu, ia menaksir melebihi dari Rp50 juta. Sejauh ini belum ada penjelasan terkait ganti rugi dari pengelola bus. “Rincinya berapa sih belum tahu yah, kan belum kita hitung, kita fokus ke evakuasi mobilnya dulu,” tuturnya.

Panit Lantas Polsek Pulomerak Ipda Iwan menjelaskan, berdasarkan hasil keterangan olah tempat kejadian perkara, kecelakaan itu terjadi Kamis (23/8) dini hari sekira pukul 02.00 hingga 02.30 WIB. Saat kejadian, bus sedang melaju dari arah Jakarta menuju Merak. “Melihat dari kerusakan diperkirakan kecepatan 60 hingga 80 (kilometer per jam),” ujar Iwan saat ditemui di lokasi kejadian.

Menurut Iwan, dugaan sementara, kecelakaan itu terjadi akibat sopir mengantuk sehingga tidak bisa mengendalikan laju kendaraan. “Kita belum melihat ada hal yang menyebabkan kecelakaan itu, surat-surat kendaraan lengkap termasuk sopirnya,” ujarnya.

Sopir yang diketahui bernama Asep Setiawan sudah diamankan di Polres Cilegon untuk dimintai keterangan. “Untuk korban, semuanya luka ringan di bagian kepala dan sudah mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit KS. Informasinya hari ini (kemarin-red) juga sudah bisa pulang,” tuturnya.

Pantauan Radar Banten, sekira pukul 14.00 WIB bus dievakuasi dengan cara ditarik oleh mobil derek milik perusahaan bus. Proses evakuasi menyedot perhatian masyarakat dan pengguna jalan. Berdasarkan keterangan Iwan, bus akan dibawa ke Grogol. (Bayu M/RBG)