Dilarang Besuk Pasien di RSUD Cilegon

0
7.230 views

Suhu Tubuh Pengunjung Dicek Menggunakan Thermo Gun

CILEGON – Mengantisipasi penyebaran corona virus diseases (Covid-19), manajemen RSUD Kota Cilegon melarang masyarakat untuk menjenguk pasien yang sedang menjalani perawatan inap.

Peraturan itu mulai berlaku hari ini, Selasa (17/3), hingga status kejadian luar biasa (KLB) corona yang dikeluarkan oleh Gubernur Banten Wahidin Halim dicabut.

Plt Direktur RSUD Kota Cilegon Arriadna pun telah membuat edaran untuk masyarakat. Dalam edaran itu ditegaskan tidak diperbolehkan untuk besuk pasien yang dirawat di rumah sakit. “Satu orang pasien satu orang penunggu atau pengantar baik pasien rawat inap atau pun pasien rawat jalan,” ujar Arriadna, Senin (16/3).

Aturan larangan menjenguk pasien serta satu orang pasien satu penunggu atau pengantar merupakan bagian dari upaya preventif serta social distancing yang dilakukan oleh pihak rumah sakit.

Selain melarang masyarakat untuk menjenguk pasien yang sedang dirawat di rumah sakit, untuk mewaspadai dan pencegahan penularan virus corona, manajemen RSUD Kota Cilegon pun telah membentuk tim. Kemudian, melakukan pengecekan suhu tubuh setiap pengunjung maupun karyawan menggunakan thermo gun.

Arriadna berharap seluruh masyarakat memaklumi dan patuh terhadap kebijakan yang telah ditetapkan oleh manajemen rumah sakit demi kepentingan dan kebaikan semua pihak. Ia pun mengajak kepada masyarakat untuk melakukan upaya pencegahan di masing-masing lingkungan dengan cara menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

Upaya kewaspadaan serta pencegahan virus corona menurut Arriadna tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah. Peran aktif masyarakat sangat diperlukan, salah satunya dengan melakukan imbauan-imbauan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

Sementara itu, Walikota Cilegon Edi Ariadi menuturkan, Pemkot Cilegon mengajak masyarakat untuk meningkatkan sikap kewaspadaan terhadap wabah virus asal Wuhan, Tiongkok tersebut. Kendati seperti itu, ia mengajak agar masyarakat tidak terlalu panik sehingga melakukan hal-hal yang berpotensi melanggar aturan dan merugikan masyarakat lain. “Kita hindari yang melanggar protokol,” ujar Edi.

Edi mengaku sudah menyiapkan serangkaian kebijakan melalui masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Cilegon. Masing-masing OPD, sesuai dengan tugas pokok dan fungsi akan mengeluarkan kebijakan berkaitan dengan kewaspadaan serta pencegahan penyebaran virus corona. Salah satunya seperti yang telah dilakukan oleh RSUD Kota Cilegon. (bam/air/ags)