Dilarang, PKL Rau Tetap Jualan

0
277 views
Foto kawasan Pasar Induk Rau yang masih terkesan kumuh, Kota Serang, Minggu (27/9).

SERANG – Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) masih nekat berjualan di luar Pasar Induk Rau (PIR), Kota Serang. PKL yang membandel ini pun kucing-kucingan dengan petugas Satpol PP.

Pantauan Radar Banten, kemarin (27/9) siang, sejumlah PKL masih terlihat berjualan di pinggir saluran irigasi PIR. Meja dan payung milik PKL berjajar. 

Penumpukan lapak PKL ini tak lama usai penertiban petugas Satpol PP dan TNI terhadap 300 PKL di atas saluran irigasi PIR pada 12 Agustus lalu.

Halimah (45), salah satu PKL, mengaku terpaksa kembali membuka lapaknya lantaran belum mendapatkan tempat untuk berjualan. “Saya bingung mau jualan di mana lagi?, di dalam (kios-red) juga tidak punya,” tutur Halimah, Minggu (27/9).

Halimah mengetahui larangan berjualan di lokasi tersebut. Dia pun harus kucing-kucingan dengan petugas. Halimah hafal kapan petugas Satpol PP berpatroli. Pada pukul 08.00 WIB- 10.00 WIB, Halimah tidak memasang meja dan payung.

“Kalau jam patroli enggak pasang (meja dan payung-red). Jadi jualannya pagi sama sore saja,” katanya.

PKL lain, Rohman mengaku, petugas Satpol PP memperbolehkan PKL berjualan pada malam hari hingga pukul 08.00 WIB. “Iya, katanya kalau malam saja itu tidak apa-apa. Soalnya di saat itu lalu lintas tidak sepadat pagi, siang dan sore,” terangnya.

Kata Rohman, Pemkot Serang berniat menempatkan PKL tersebut berjualan di dalam area PIR. “Tapi hingga kini belum ada informasi lanjutan,” tambah Rohman.

Sementara Kepala Satpol PP Kota Serang Kusna Ramdani mengaku, pihaknya telah berulang kali memberi imbauan hingga tindakan tegas.

“Patroli terus kami lakukan, kami imbau dan tertibkan juga, tapi para pedagang seperti itu balik lagi balik lagi,” katanya.

Kata Kusna, spanduk sosialisasi larangan berjualan dan sanksi denda juga sudah dipasang di bagian luar PIR. “Kami memang memperbolehkan berjualan malam hari sampai pagi saja. Tapi kalau masih ada yang melanggar tentu akan kami tindak lagi,” katanya. (fdr/nda)