Dilengkapi Teknologi Terbaru, UPK 75 Tahun RI Sulit Dipalsukan

0
1.047 views
Kepala Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia Marlison Hakim, Deputi Gubernur Bank Indonesia Rosmaya Hadi, dan Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Onny Widjanarko menunjukkan UPK Rp75.000 di Jakarta, Selasa (18/8).

SERANG – Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) resmi mengeluarkan Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Tahun Republik Indonesia (UPK 75 Tahun RI), berbentuk uang kertas pecahan Rp75.000 bertepatan dengan HUT ke-75 Kemerdekaan RI, Senin (17/8), di Jakarta.

Pengeluaran dan pengedaran UPK 75 Tahun RI merupakan wujud rasa syukur atas anugerah kemerdekaan dan pencapaian hasil pembangunan selama 75 tahun kemerdekaan Indonesia. Peresmian tersebut menandai mulai berlakunya uang kertas pecahan Rp75.000 sebagai alat pembayaran yang sah (legal tender), yang sekaligus merupakan Uang Peringatan (commemorative notes) di wilayah NKRI.

Dalam peresmian tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan bahwa peluncuran UPK 75 Tahun RI bukan sebagai tambahan likuiditas untuk kebutuhan pembiayaan atau pelaksanaan kegiatan ekonom. Namun, dalam rangka memperingati peristiwa atau tujuan khusus, yaitu peringatan Kemerdekaan RI yang ke-75 tahun.

Selain sebagai wujud syukur, pengeluaran dan pengedaran UPK 75 Tahun RI juga sekaligus simbol kebangkitan dan optimisme dalam menghadapi tantangan, termasuk dampak pandemi Covid-19, untuk melanjutkan pembangunan bangsa menyongsong masa depan Indonesia maju. Makna filosofis yang tertuang dalam UPK 75 Tahun RI adalah mensyukuri kemerdekaan 75 tahun Indonesia, memperteguh kebinekaan, dan menyongsong masa depan Indonesia yang gemilang.

Sementara, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menjelaskan bahwa ketiga makna filosofis di dalam UPK 75 Tahun RI terefleksikan dalam disain uang secara utuh. Peristiwa historikal proklamasi kemerdekaan RI, 17 Agustus 1945, dan berbagai pencapaian pembangunan 75 tahun kemerdekaan menggambarkan wujud mensyukuri kemerdekaan.

“Keberagaman pakaian adat dan motif kain nusantara mencerminkan semangat memperteguh kebhinekaan. Satelit Merah Putih, sebagai jembatan komunikasi NKRI menuju Indonesia Emas 2045 merupakan optimisme menyongsong masa depan gemilang,” katanya seperti rilis yang diterima Radar Banten, Selasa (18/8)

UPK 75 Tahun RI dilengkapi dengan unsur teknologi pengaman terbaru dan menggunakan bahan kertas yang lebih tahan lama. Inovasi ini dimaksudkan agar uang rupiah semakin mudah untuk dikenali ciri keasliannya, nyaman dan aman untuk digunakan, serta lebih sulit untuk dipalsukan.

Pengeluaran dan pengedaran UPK 75 Tahun RI merupakan salah satu pelaksanaan amanat UU Mata Uang sebagai bagian dari perencanaan pemenuhan kebutuhan uang masyarakat tahun 2020 dan dengan tetap menerapkan tata kelola yang baik sesuai undang-undang. Persiapan pengeluaran UPK 75 Tahun RI telah dilaksanakan oleh Bank Indonesia melalui koordinasi yang erat dengan Kementerian Keuangan, Kementerian Sosial, Kementerian Sekretariat Negara, dan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Pemerintah telah mengeluarkan Keppres No 13 Tahun 2020, tanggal 13 April 2020, tentang Penetapan Gambar Pahlawan Nasional Dr (HC) Ir Soekarno dan Dr (HC) Drs Mohammad Hatta sebagai Gambar Utama pada Bagian Depan Rupiah Kertas Khusus Peringatan 75 Tahun Kemerdekaan RI. Pengeluaran dan pengedaran UPK 75 Tahun RI diatur melalui Peraturan Bank Indonesia Nomor 22/11/PBI/2020, tanggal 14 Agustus 2020, tentang Pengeluaran dan Pengedaran Uang Rupiah Khusus Peringatan 75 Tahun Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia Pecahan 75.000 (Tujuh Puluh Lima Ribu) Tahun Emisi 2020.

UPK 75 Tahun RI ini dapat diimiliki oleh seluruh warga negara yang telah memiliki KTP melalui mekanisme penukaran uang rupiah pada aplikasi berbasis website di tautan https://pintar.bi.go.id. Satu KTP berlaku untuk satu lembar UPK 75 Tahun RI. (alt)