Dimanja Mertua, Eh Malah Mendua

Butuh waktu lama bagi Jenab (38) nama samaran untuk bisa melupakan pengalaman pahit bersama mantan suaminya, sebut saja Dodi (40). Jenab trauma karena Dodi yang ia cinta dan disayang ayah dan ibunya, malah tega mendua dengan wanita yang tak lain teman Jenab sendiri. Astaga.

Ditemui Radar Banten di Kecamatan Tirtayasa, Jenab siang itu sedang memarud kelapa di depan warung. Ketika disapa, Jenab membalas ramah dan mengajak mengobrol, waktu itulah cerita tentang masa lalunya dimulai. Penasaran? Yuk simak ceritanya.

Perjumpaannya dengan Dodi bermula saat Jenab berkunjung ke rumah bibi atau kakak dari ibu Jenab di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang. Dodi yang merupakan tetangga saudara Jenab, diam-diam jatuh hati dan meminta dicomblangkan dengan Jenab melalui tetangganya itu. “Bibi saya juga mendukung karena tahu kalau Dodi lelaki baik,” katanya.

Diceritakan Jenab, Dodi, warga asli Kabupaten Tangerang itu sebenarnya lelaki baik. Bersikap lembut dan sopan, penampilannya juga rapi. Yang membuat Jenab dan keluarganya senang, Dodi termasuk pemuda yang tak risi berkotor-kotor turun ke sawah. Terlebih Dodi dianugerahi wajah tampan, kelit bersih, serta pekerja keras. “Bapak saya memang cari menantu yang bisa nyawah, biar bisa nerusin sawah keluarga,” katanya.

Jenab juga wanita rupawan. Bisa dibilang ia wanita kembang desa. Meski agak gemuk dan tinggi, namun Jenab masih bisa menjaga bodinya yang terlihat menggoda disertai kulitnya yang putih. Kecantikan wajahnya yang alami, membuat Jenab diincar banyak pemuda kampung yang ingin menjadi pacarnya. Apalagi Jenab terlahir dari keluarga berada, ayahnya punya banyak sawah.

Sejak itu, Jenab dan Dodi semakin dekat dan sering main ke rumah masing-masing. “Dia ngomongnya sih mau serius sama saya, jadi saya juga yakin,” aku Jenab.

Empat bulan pacaran Jenab dan Dodi pun menikah. Mereka tinggal di rumah keluarga mempelai wanita. Setahun kemudian mereka dikaruniai anak pertama, orangtua Jenab bahagia dan memberikan hadiah rumah dan sawah untuk Dodi. Rumah tangga mereka sejahtera.

Namun, Dodi malah lupa diri. Pada musim panen pertama, ia pulang ke kampungnya dan pamer kekayaan dengan membawa mobil dan membelikan adiknya motor dan emas untuk ibunya. “Waktu itu sih keluarga saya masih maklum, soalnya Dodi kayaknya memang pengin ngasih sesuatu buat keluarga,” katanya.

Seiring berjalannya hari, kelakuan Dodi menjadi jemawa dan bertingkah sok kaya. Ia tak mau lagi ke sawah dan sering menyuruh pekerja bayaran menggarap sawahnya. Saat itu Jenab dan ayahnya mulai khawatir dengan sikap Dodi. Selain itu, diam-diam Dodi menjalin hubungan terlarang dengan wanita lain yang merupakan teman Jenab saat SMA. “Kalau hari Minggu dia suka izin bawa mobil, ternyata ngajak main cewek,” tukas Jenab.

Jenab mengetahui perselingkuhan suaminya dari laporan teman-temannya di Serang. Katanya sering melihat Dodi bergandengan tangan dengan wanita lain di mal. “Pas saya tanya sih Kang Dodi enggak ngaku, tapi pas saya tegur ceweknya, dia nangis minta maaf ketakutan,” curhat Jenab.

Mengetahui hal itu, Jenab langsung mengusir Dodi. Mereka pun bercerai. Jenab sekarang hidup menjanda, sempat beberapa kali lelaki melamarnya, tetapi Jenab menolak, “Enggak mau nikah dulu, masih trauma,” katanya.

Ya ampun, sabar ya Teh Jenab. Semoga dapat lelaki yang baik dan setia. Amin. (mg06/zee/ags)