Dimyati yang membeli sebuah motor baru dengan uang tabungannya yang recehan Rp 500. FOTO: Jawa Pos Group

PASANGAN suami istri Dimyati dan Lina Latifah patut diapresiasi. Keinginan mereka untuk membeli sebuah sepeda motor begitu kuat. Untuk mewujudkannya, selama lima tahun terakhir, mereka menabung. Tapi yang mereka tabung bukan lembaran puluhan atau ratusan ribu, tetapi koin 500 rupiah.

Akhirnya, mereka berhasil memboyong sepeda motor impian yang ditukar uang koin seberat 75 kilogram.

Pada Sabtu (19/12) warga Desa Polorejo, Babadan, itu datang ke diler sepeda motor. Dia membawa beberapa lembar uang kertas serta uang koin dalam satu karung beras dan satu toples bekas makanan ringan.

”Dari rumah, sudah saya pisah lima ribuan rupiah. Biar lebih cepat menghitungnya,” ujar pria 49 tahun itu.

Dibutuhkan waktu 1,5 jam bagi dia dan pegawai diler untuk menghitung uang koin tersebut. Jumlah akhirnya didapat angka Rp 5.150.000.

Pria yang sehari-hari bekerja sebagai guru mengaji tersebut tidak menyangka uang tabungan selama lima tahun belakangan itu mencapai lebih dari Rp 5 juta.

”Total semua ada lima toples kaleng dan dua celengan biasa,” jelasnya, lantas menyebutkan nominal dalam tiap toples rata-rata sekitar Rp 850 ribu.

Dimyati sempat kebingungan setelah pihak diler menolak pembayaran. Alasannya, mereka tidak memiliki mesin hitung uang koin.

Dia diminta menukarkannya terlebih dulu ke bank. Dimyati mengaku tidak pernah berhubungan dengan bank. Itu juga yang membuatnya memilih menabung secara tradisional. Namun, akhirnya, Nusa Motor Ponorogo, diler motor tersebut, mau membantu Dimyati. (agik/irw/c20/any/mas/JPNN)