Achmad Dimyati Natakusumah dan Yemmelia.

SERANG – Achmad Dimyati Natakusumah dan Yemmelia, pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur jalur perseorangan, optimistis bisa meraih suara banyak dan memenangkan Pilgub 2017. Dulur Dimyati (pendukung Dimyati) dan Ikatan Warga Minang (IKM) di Banten adalah kantong suara mereka.

“Saya yakin ini masanya independen. Karena rakyat cerdas, rakyat pintar, sudah tidak mau dikotak-kotakan lagi. Semoga persyaratan yang kami serahkan memenuhi syarat,” ujar Dimyati saat jumpa pers di Media Center KPU Provinsi Banten, Minggu (7/8).

Dimyati selain mampu menjadi gubernur, Yemmelia juga mempunyai basis massa dengan jumlah besar. “Bu Yemmelia ketua IKM (Ikatan Keluarga Minang) Provinsi Banten, masanya banyak, belum lagi masa saya di Pandeglang, Lebak, yang tergabung di Dulur Dimyati,” papar Dimyati.

Karena optimis, Dimyati mengaku siap menerima segala konsekuensi dari keputusannya tersebut. Dua konsekuensi besar, yaitu dipecat sebagai kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan mundur dari anggota DPR RI.

“Problematika Banten sangat besar. Banten sudah masuk area kritis. Karena itu saya siap mundur dari anggota legislatif. Saya siap dipecat partai demi maju bersama masyarakat,” ujarnya.

Yemmelia pun mengaku siap mundur sebagai PNS DI Disbudpar Banten. Yemmelia mengaku sudah membicarakan pengunduran dirinya tersebut kepada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Banten. “Sekarang sedang dalam proses. Saya sudah bicara dengan kepala BKD,” ujarnya.

Terkait anggota IKM yang menjadi basis massa dirinya, menurut Yemmelia, organisasi yang dipimpinnya tersebut memiliki anggota sebanyak 2,5 juta orang di Provinsi Banten. Yemmelia pun yakin seluruh anggota tersebut telah solid.

Sebelumnya dalam pertemuan bersama Dimyati dan Yemmelia, salah satu Komisioner KPU Provinsi Banten, Syaiful Bahri mengatakan, data lunak persyaratan dukungan Dimyati dan Yemmelia telah memenuhi syarat dan melewati batas minimal.

“Nanti akan di-subbmit oleh pasangan, setelah di-subbmit akan berhenti proses uploadnya. Karena angka yang sudah lebih 601, kita minta mempersiapkan dokumen simbolis, jumlah dukungan dan rekapitulasi,” paparnya.

Rekapitulasi yang KPU maksud adalah, jumlah data sebagai dukungan di setiap desa, kecamatan, sampai kabupaten/kota di Provinsi Banten untuk diverifikasi. “Jam empat nanti, otomatis proses upload data dukungan di sistem online akan berhenti,” ujarnya. (Bayu)