Dinas PUTR Janji Pembangunan Selokan SDN Kependilan Beres Empat Hari

0
117
Seorang guru saat mengawas tryout UN di SDN Kependilan, Selasa (3/4). Sekolah yang berada di Kelurahan Panggungrawi, Kecamatan Jombang, itu kebanjiran setelah diguyur hujan. FOTO: Guru SDN Kependilan Erawati

CILEGON – Banjir yang merendam SDN Kependilan, Kecamatan Jombang, selama beberapa hari mendapat respons Pemkot Cilegon. Kemarin (6/4), Plt Walikota Edi Ariadi dan para pejabat Pemkot meninjau SDN Kependilan.

Edi menjelaskan, setelah melihat kondisi sekolah serta lingkungan yang berada di sekitar sekolah, penyebab banjir yang terjadi secara berturut-turut pada Selasa (3/4) dan Rabu (4/4) bukan karena kondisi tanah sekolah yang lebih rendah dari permukiman. Melainkan karena selokan yang ada tidak berfungsi.

Berdasarkan hasil pantauannya, selokan yang berada di depan sekolah dipenuhi sampah dan tertutup oleh bangunan-bangunan milik masyarakat. “Nanti mau dibuka lagi, mau dibesarkan dan mau disodet ke arah sungai. Soal biaya kepala PU sudah siap” ujar Edi, Jumat (6/4).

Menurut Edi, pos biaya yang akan digunakan yaitu anggaran pemeliharaan. Edi menyarankan Dinas PUTR menggunakan cover box saat memperbesar drainase itu. Pertimbangannya agar pembangunan drainase bisa lebih gampang.

Pengerjaan selokan itu akan dimulai Sabtu (7/4). “Saya berharap pengerjaan selokan bisa cepat diselesaikan dan bisa mengalirkan air hujan ke sungai yang terdekat,” katanya.

Terkait bangunan liar, menurut Edi akan dibongkar, namun kewenangan itu Edi serahkan kepada Camat Kecamatan Jombang.

Sementara itu, Kepala Dinas PUTR Kota Cilegon Nana Sulaksana memperkirakan pembangunan selokan itu akan selesai dalam waktu empat hari. “Saya akan bongkar semua ganti unit dan didak,” ujarnya.

Untuk pengaliran air menuju sungai, akan memanfaatkan saluran yang ada, tetapi dipastikan saluran itu bisa menampung debit air saat hujan turun. “Saya yakin pembangunan selokan itu bisa selesai dalam waktu empat hari sehingga saat terjadi hujan sekolah itu tidak lagi kebanjiran,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Cilegon Muhtar Gojali yang ikut dalam kunjungan tersebut berharap langkah pembangunan selokan efektif untuk menyikapi persoalan banjir itu. Saat disinggung terkait penyelenggaraan Ujian Nasional, Muhtar meyakini sekolah itu tidak akan diterjang banjir saat penyelenggaraan ujian itu.

Meski demikian, Dindik tetap menyiapkan langkah antisipasi jika pada pelaksanaan ujian nanti air hujan membanjiri seluruh kelas seperti saat pelaksanaan tryout (uji coba) UN beberapa waktu lalu. “Kalau masih (banjir), ya di sekolah lain. Saya yakin tidak banjir kalau sudah dikerjakan,” tuturnya.

Adapun Camat Jombang Agus Ariadi mengimbau masyarakat untuk membongkar bangunan yang berada bukan pada tempatnya. “Imbauan tidak hanya di Kependilan, melainkan di seluruh Kecamatan Jombang. Kalau masih enggak ngebongkar, petugas yang akan turun tangan,” tegasnya.

Dijelaskan Agus, ada sembilan lokasi rawan banjir di seluruh Kecamatan Jombang. Salah satu penyebabnya adalah bangunan yang berada di atas drainase dan di sekitar sungai. “Karena itu, agar jangan merugikan orang lain bangunannya harap dibongkar,” tuturnya.

Untuk diketahui, SDN Kependilan diterjang banjir selama dua hari berturut pada Selasa (3/4) dan Rabu (4/4). Akibatnya, siswa kelas enam harus menjalani tryout dan kelas tiga menjalani tes kompetensi dasar di dalam kelas yang tergenang air. Sedangkan siswa kelas lainnya harus diliburkan. (Bayu Mulyana/RBG)