Dindikbud Kota Serang Imbau Jangan Ada Perpeloncoan di Sekolah

Ilustrasi/Inet

SERANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang mengimbau agar seluruh sekolah-sekolah SMP/MTS dan SMA/SMK di Kota Serang tidak melakukan perpeloncoan pada saat pelaksanaan Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS), sebab hal itu dilarang oleh pemerintah pusat.

“Kami instruksikan pada seluruh sekolah-sekolah yang ada di Kota Serang agar tidak melakukan perpeloncoan pada saat pelaksanaan Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) nanti,” ujar Kabid SMA/SMK pada Dindikbud Kota Serang, Lili Mutawali saat ditemui di kantornya, Kamis (14/7).

Lili menjelaskan, perpeloncoan merupakan bentuk perilaku yang kurang efektif diterapkan untuk kondisi pendidikan saat ini. Dan hal itu diperkuat oleh Peraturan Pemerintah Permendikbud Nomor 18 Tahun 2016. Jadi dalam peraturan tersebut, pihak sekolah tidak boleh lagi menyelenggarakan MOS yang di dalamnya sering terjadi perpeloncoan pada calon siswa.

“Makanya untuk menghilangkan stigma negatif dari orientasi sekolah diubah jadi PLS. Dan kami mengimbau agar sekolah harus mengikuti aturan pemerintah untuk tak melakukan perpeloncoan seperti menggunakan pakaian yang macam -macam, pakai pita atau pakai kaos kaki yang sebelah-sebelah atau hal aneh lainya. Apalagi sampai membentak dan melakukan kekerasan fisik pada calon siswa. Itu tak boleh,” jelasnya.

Lili menambahkan, jika ada pihak sekolah yang tak mematuhi peraturan pemerintah tersebut, maka akan ditindak tegas sekolah itu. “Intinya kami akan tindak tegas jika ada yang melanggar. Dan kami laporkan pada Kemendikbud. Dan jika masyarakat melihat sekolah atau oknum guru yang melakukan perpeloncoan, laporkan ke kami melalui Dindikbud Kota Serang,” tandasnya. (AdeF)