RI (kiri) saat melapor ke Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Lebak.

RANGKASBITUNG – Pegawai Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) berinisial NG diadukan istri sirinya, RI, ke Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Lebak. NG dituding tidak pernah menafkahi RI dan setelah Lebaran memblokir nomor telepon serta media sosial istri sirinya.

RI mengaku dinikahi NG pada 22 Desember 2018. Dia dan NG kenal sejak menempuh pendidikan di salah satu sekolah di Kecamatan Rangkasbitung. Sejak menikah, RI tidak pernah dinafkahi NG. Bahkan RI yang sering memberi uang kepada oknum ASN di Dinas Koperasi dan UKM tersebut. Untuk itu, RI sakit hati ketika saluran komunikasinya diblokir tanpa alasan yang jelas.

“Sebelum Lebaran, NG meminta dikirim uang kepada saya. Saya minta sabar, karena sedang kemas-kemas. Namun NG marah dan sejak saat itu telepon dan media sosial saya di blokir. Bahkan, ketika saya sakit tipes enam hari, dia tidak datang untuk menjenguk,” kata RI kepada wartawan di kantor BKPP Lebak, Kamis (13/6).

Untuk itu dia terpaksa mengadukan kelakuan suaminya kepada Bupati Iti Octavia Jayabaya melalui BKPP Lebak, dengan harapan ada kejelasan mengenai status pernikahannya. Tidak hanya itu, dia meminta Bupati Lebak untuk memberikan sanksi tegas kepada NG yang telah melanggar Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 1990 tentang Perkawinan dan Perceraian. Bahkan, informasinya NG jarang masuk kantor dan telah mendapatkan teguran dari pimpinannya di Dinas Koperasi dan UKM Lebak.

“Saya hanya menuntut kejelasan. Kalau seperti ini, saya ditelantarkan begitu saja. Kalau mau cerai, ngomong baik-baik kepada keluarga saya, karena pada saat nikah pun dia baik-baik meminta kepada saya dan keluarga,” tegasnya.

Kepala Bidang Pembinaan dan Data Informasi BKPP Lebak Fuad Lutfi membenarkan ada wanita paruh baya yang mengaku istri seorang ASN di Dinas Koperasi dan UKM. Perempuan itu mengadu ke BKPP Lebak dengan alasan tidak diberi nafkah dan ditelantarkan.

“Kita tentu akan tindak lanjuti semua laporan pengaduan yang masuk. Nanti kita mediasi antara pengadu dan teradu. Sekarang, pengadu dalam hal ini RI kita minta membuat laporan pengaduan yang ditujukan kepada Bupati Lebak,” terangnya.

Sosok ASN yang diadukan RI merupakan pegawai yang masuk dalam pantauan BKPP Lebak. Sebelumnya, NG pernah kena teguran karena bersikap indisipliner. Untuk itu, BKPP dan instansi terkait akan melakukan pemeriksaan khusus (riksus) terhadap NG.

“NG ini merupakan ASN yang sedang kita pantau. Dia jarang masuk kantor dan pernah mendapatkan teguran dari pimpinannya,” ungkapnya. (Mastur)