Dinilai Mirip Yuan, BI Banten Beri Penjelasan Soal Uang Rupiah Baru

0
471 views
Budiharto Setyawan (kiri) memberikan penjelasan soal uang rupiah baru.

SERANG –  Desain uang Rupiah kertas tahun emisi 2016 ada yang menilai mirip uang kertas Yuan milik Republik Rakyat Tiongkok (RRT) ditanggapi serius oleh Bank Indonesia. Bahkan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten menggelar konferensi pers mengenai masalah ini, Selasa (3/1).

Kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten Budiharto Setyawan, Bank Indonesia ingin mengklarifikasi terkait berita-berita yang beredar di media sosial.

“Warna yang rupiah mirip uang asing tidak sepenuhnya benar. Karena sudah sesuai dengan bank sentral seluruh dunia dari pecahan uang yang lainnya. Warna yang juga berbeda. Warna tersebut bertujuan untuk sulit ditiru dengan tinta-tinta yang beredar. Uang emisi 2016 juga mempunyai kemiripan yang dengan Euro,” kata Budi seusai konferensi pers di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten, Rabu (3/1).

Budi mengatakan, terdapat logo terlarang (palu dan arit) pada uang rupiah juga itu tidak benar. “Logo itu sebenarnya adalah rectoverso dimana rectoverso tersebut yaitu dua hal yang saling mengisi dan tidak bisa dipisahkan dari rupiah. Itu juga sudah diketahui oleh Badan Koordinasi Pemberantas Rupiah Palsu (Botasupal),” katanya.

Mengenai berita dikeluarkannya desain uang baru dengan tahun politik juga tidak dibenarkan. “Tidak ada kaitannya dengan gubernur dan presiden. Uang baru ini amanat dari UU Mata Uang. Wajib untuk menerbitkan uang dengan frasa negara. Karena seluruh mata uang harus mengandung seluruh frasa mata uang Indonesia. Jadi tidak ada kaitannya,” katanya.

“Perlahan-lahan uang akan lusuh, jadi harus menerbitkan uang baru. Penerbitan uang itu juga harus dilihat dari proyeksi pertumbuhan ekonomi, inflasi dan uang yang sudah dihancurkan akan diganti dengan uang baru,” katanya. (Wirda)