Dinkes Banten Bagikan 1,3 Juta Masker

0
374 views
Sekda Banten Al Muktabar saat tiba di Ponpes Riyadhussholihin, Pandeglang, Kamis (12/11).

Peringatan ke 56 Hari Kesehatan Nasional

PANDEGLANG – Peringatan ke-56 Hari Kesehatan Nasional (HKN) tingkat Provinsi Banten dilaksanakan secara sederhana di Pondok Pesantren Riyadhussholihiin yang berlokasi di Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang, kemarin. Pada kesempatan itu, Pemprov Banten melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten mengampanyekan penerapan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari dan membagikan masker sebanyak 1,3 juta di delapan kabupaten dan kota.

Kepala Dinkes Provinsi Banten, dr Ati Pramudji Hastuti mengatakan, pendistribusian masker sebanyak 1,3 juta itu telah dimulai sejak 9 November hingga kemarin. Pembagian masker diprioritaskan di tiap pondok pesantren, tempat keramaian, pasar, dan tempat umum lainnya. “Di delapan kabupaten kota sudah kami distribusikan dari tanggal 9 sampai tanggal 12 November,” ujar Ati, kemarin.

Kegiatan itu dihadiri oleh Sekda Banten Al Muktabar, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Banten Nana Suryana, Pjs Bupati Pandeglang Gunawan Rusminto, Forkopimda Kabupaten Pandeglang, pimpinan PP Riyadhussholihin Fachruddin Nu’man, serta para tamu undangan.

Dalam rangkaian acaranya, sejumlah santri Yayasan Riyadhussholihiin menampilkan drama tentang tata cara berperilaku hidup sehat di tengah pandemi dan memberikan contoh penularan Covid-19 bagi yang bandel tidak mengikuti anjuran pemerintah.

Sementara itu, Sekda Banten Al Muktabar menuturkan, pembagian 1,3 juta masker dilakukan sebagai bentuk kehadiran pemerintah untuk terus menerus melawan virus Corona yang sudah lebih setengah tahun melanda Banten. “Pemprov ikhtiar bergandengan tangan dengan kabupaten/kota dan lapisan masyarakat,” tuturnya

Secara pemetaan, ia mengatakan, beberapa daerah telah mendekati warna kuning yang beberapa oranye dan terhindar dari merah. Saat ini, kondisi Provinsi Banten dengan kabupaten kota terus mengarah ke keadaan yang lebih baik. Sehingga, pembangunan strategis di Provinsi Banten dapat dilanjutkan.

“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan protokol kesehatan dengan sungguh-sungguh,” terangnya.

Al menjelaskan, tujuan pembagian masker ini untuk melakukan penggunaan masker bersama. Tidak lupa juga bagian dari upaya peningkatan dalam rangka melaksanakan protokol kesehatan dengan cara menjaga jarak, cuci tangan, dan melakukan pola hidup sehat agar terhindar dari Covid-19.

“Mudah-mudahan langkah pemerintah yang dilakukan bersama ini terus dalam keadaan baik, sampai kita secara teknik medis mendapatkan vaksinasi untuk terhindar dari virus,” jelas Al.

Dalam pelaksanaannya, Dinkes Povinsi Banten menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI), Forum Silaturahim Pondok Pesantren (FSPP), Dewan Masjid Indonesia (DMI), Muslimat NU, Fatayat NU, Asiyah, Pramuka , Pengjian Al Hidayah, dan Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orwil Banten.

PATUHI 3M

Sementara itu, momentum HKN ke-56 diharapkan menimbulkan kesadaran masyarakat untuk saling mengingatkan agar menerapkan 3M yaitu mencuci tangan, memakai masker, dan menghindari kerumunan.

Ajakan itu diungkapkan oleh Kepala Bagian Umum pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Cilegon,Faruk Oktavian, Kamis (12/11).

Dijelaskan Faruk, HKN tahun ini bertepatan dengan masih maraknya pandemi Covid-19 di Indonesia termasuk Kota Cilegon.

Untuk itu, agar penyebaran Covid-19 bisa ditekan, melaksanakan protokol kesehatan menjadi keharusan bagi semua kalangan.

“Kami berharap kita semua saling bergandengan tangan dan menyemangati untuk para pejuang pejuang kesehatan yang sudah mengambil peran,” ujarnya.

Dijelaskan Faruk, momentum HKN ke-56 ini sebagai pengingat semua elemen bahwa derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya akan terwujud apabila semua komponen bangsa ikut bersama-sama bergandengan tangan melaksanakan gerakan hidup sehat.

Lanjutnya seperti halnya masyarakat, organisasi kemasyarakatan, swasta berperan serta dalam upaya kesehatan, dengan lebih memprioritaskan promotif-preventif dan semakin menggalakkan serta melembagakan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), tanpa mengabaikan kuratif-rehabilitatif.

“Sekuat apa pun upaya pemerintah tidak akan cukup apabila tidak didukung oleh masyarakat,” ungkapnya.

Selain itu, pemerintah, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, akademisi dan praktisi turut ambil bagian dalam mendukung pembangunan kesehatan.

“Semoga masyarakat semakin mengerti arti penting perilaku dan lingkungan sehat, serta melakukan gerakan hidup sehat, baik di keluarga, tempat kerja, tempat-tempat umum dan fasilitas lainnya,” uajrnya. (nna-bam/air)