Dinkes Banten Vaksin Ribuan Pelayan Publik

0
1593
VAKSINASI: Salah seorang ASN Pemprov Banten saat menerima dosis vaksin dari petugas Dinas Kesehatan Provinsi Banten, di Plaza Aspirasi, KP3B, Curug, Kota Serang, Rabu (24/3).

SERANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten memberikan vaksinasi kepada pelayan publik di lingkungan Pemprov Banten yang dipusatkan di Plaza Aspirasi, KP3B, Curug, Rabu (24/3). Pemberian vaksinasi untuk 9.372 orang itu dilakukan hingga Senin (29/3).
 
Diketahui, Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 99 Tahun 2020 tentang Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Desiases 2019 serta Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 84 Tahun 2020 tentang pelaksanaan vaksinasi dalam rangka penanggulangan Pandemi Corona Virus Desiases 2019.  
 
Kepala Dinkes Provinsi Banten Ati Pramudji Astuti mengatakan, pemprov Banten saat ini memasuki tahap dua vaksinasi. Fokus vaksinasi pada pelayan publik dan usia lanjut (lansia). “Ini masih termin kedua, kita fokuskan pada pelayan publik dan lansia,” ujar Ati.
 
Ati mengatakan, pada kegiatan pemberian vaksinasi ini, pihaknya mengundang 9.372 orang yang bertugas sebagai pelayan publik. Yakni, Staf ASN, Guru SMA/SKH Swasta, UIN SMH Banten, dan Bawaslu Provinsi Banten. “Semua kita undang sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan,” katanya.
 
Ati mengatakan, Pemprov Banten hingga Desember 2021 menargetkan pemberian vaksinasi untuk 70 persen masyarakat dari total penduduk Banten sebanyak 12 juta jiwa. “Awalnya Maret 2022. Tapi, karena pemerintah menginginkan ada percepatan pemberian vaksinasi. Maka, kami menargetkan 70 persen rampung di Desember 2021,” terangnya.
 
Salah seorang peserta vaksin, M Irchamsyah mengaku mengikuti vaksinasi tahap pertama sesuai surat edaran dari Sekretaris Daerah. “Ini diwajibkan bagi ASN Pemprov Banten untuk menghindari penyebaran wabah Covid-19,” katanya.
 
Kata Ircham, dalam proses pemberian vaksinasi dirinya terlebih dahulu mengisi biodata, test tekanan darah, wawancara dan pemberian vaksin. “Ini divaksin yang pertama, rasanya biasa aja. Hanya terasa pegel dibagian kiri. Lainnya enggak ada (keluhan-red),” terangnya. (*)