Dinsos Banten Berikan Bimbingan dan Pembinaan Terhadap WKTK

SERANG – Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Banten terus menunjukkan kinerja yang positif serta kepeduliannya terhadap lapisan masyarakat Provinsi Banten yang masuk ke dalam target sasaran pelayanan sosial. Salah satunya terhadap wanita korban tindak kekerasan (WKTK).

Salah satu perhatian yang diberikan oleh Dinsos Provinsi Banten yaitu dengan memberikan bimbingan dan pembinaan terhadap WKTK tersebut. Bimbingan dan pembinaan ini dilakukan selama 15 hari di Balai Perlindungan Sosial (BPS) Provinsi Banten, Cipocok, Kota Serang.

Dalam penutupan Bimbingan WKTK ini, Kepala Dinas Sosial Provinsi Banten Nurhana mengatakan, peserta yang mengikuti kegiatan tersebut berjumlah 30 orang berasal dari seluruh Kabupaten Kota di Provinsi Banten.

Menurut Nurhana, kegiatan ini merupakan salah satu program lama yang dilaksanakan oleh BPS dan telah menjadi salah satu program rutin yang dilakukan Dinas Sosial setiap setahun sekali.

“Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari kaum wanita yang menjadi korban tindak kekerasan, dalam kegiatan ini peserta memperoleh bimbingan berbagai keterampilan seperti membikin kue dan lain-lainnya. Dengan tujuan agar ibu-ibu yang mengalami tindakan kekerasan bisa menyalurkan potensinya dalam berwirausaha hingga mereka tidak terlalu terpuruk akibat menjadi korban tindak kekerasan,” papar Nurhana.

Nurhana melanjutkan, bagi para peserta kegiatan yang mempunyai keinginan untuk melanjutkan usaha dengan serius baik di bidang pembuatan kue maupun bidang lain, maka Dinas Sosial akan berkoordinasi baik dengan Dinas Koperasi dan UMKM maupun Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk membantu terutama dari sektor permodalan dan pembentukan lembaga koperasi.

Kepada peserta, Nurhana berharap agar dapat memanfaatkan keterampilan yang diajarkan pada kegiatan ini untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik dari sisi kesejahteraan sosial.

“Barang-barang yang diberikan ini dapat dimanfaatkan dengan baik, jangan sampai dijual, manfaatkan dengan baik karena itu adalah aset kesejahteraan sosial ibu-ibu sekalian,” tuturnya.

Masih menurut Nurhana, kegiatan semacam ini harus didukung secara bersama oleh seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, perlu adanya kesadaran kolektif bahwasanya seluruh wanita di Banten tidak boleh mengalami kekerasan dari pihak manapun baik secara fisik maupun mental.

Sementara itu, Kepala BPS Ali Rahman mengungkapkan, setelah diberikannya pembinaan dan bimbingan ini BPS akan memonitoring para peserta. “Bimbingan dan monitoring lebih lanjut akan kita lakukan” ujarnya. (ADVERTORIAL/DINAS SOSIAL PROVINSI BANTEN)