CILEGON – Direktorat Polisi Perairan (Polair) Polda Banten membekuk seorang terduga pengangkut dan niaga bahan bakar minyak (BBM) jenis solar tanpa dilengkapi dengan dokumen yang sah. Pelaku memalsukan dokumen pengirimannya.

Kasubdig Gakkum Kanit Tindak Dit Polair Polda Banten AKP M Akbar Baskoro mengungkapkan pelaku bernama Nisful Laili warga Jakarta. Modus kejahatannya, pelaku memalsukan dokumen suatu perusahaan yang memiliki izin niaga umum.

“Pelaku kita tangkap pada Selasa 20 Februari 2018 sekira jam 20.50 WIB. Saat itu pelaku sedang persiapan melakukan pengiriman di dermaga Jetty PT MCA Desa Argawana, Kampung Grenyang, Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang,” ujarnya saat menggelar ekspose penangkapan di Mapolair Polda Banten, Selasa (27/2).

Akbar mengatakan sebanyak 8000 liter solar, serta satu unit mobil tangki dengan nopol B 9029 FFU yang disewa pelaku untuk mengirimkan solar tersebut kini telah dijadikan barang bukti kejahatannya.

“Selain itu satu unit printer merk HP warna hitam, satu unit laptop merk Acer, tujuh buah stampel, satu lembar foto copy atas nama PT Fajar Putra Galunggung. Satu lembar surat perintah muat atas nama PT Taruna Bina Sarana (semua dipalsukan pelaku), dan lainnya,” tuturnya.

Kata Akbar, pelaku ditangkap berkat adanya laporan dari masyarakat. Pelaku terancam dikenakan pasal 53 undang-undang nomor 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi atau pasal 236 KUHP. “Ancaman hukumannya penjara selama-lamanya enam tahun,” ujarnya.

Pelaku, Nisful mengaku sudah bukan pertama kalinya ia melakukan aksinya itu. Hasil dari penjualan BBM tanpa dokumen itu ia gunakan untuk keperluan keluarga. “Sudah 10 kali. Dari Jakarta perliternya seharga 6000 rupiah dan saya jual perliternya seharga 6500 rupiah,” ucapnya. (Riko Budi Santoso/rikosabita@gmail.com)