Direktur RS Adjidarmo Segera Duduk di Kursi Pesakitan

Pelimpahan kasus korupsi jamkesmas RS Adjidarmo di PN Serang

SERANG – Pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Rangkasbitung melimpahkan kasus dugaan korupsi dana jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) dan jaminan kesehatan daerah (Jamkesda) di Rumah Sakit Adjidarmo, Rangkasbitung tahun 2008-2011 senilai Rp25 miliar, kepada Pengadilan Negeri Serang, Senin (9/11/2015). Kejari Rangkasbitung melimpahkan berkas sebanyak 14 kontainer berkas yang terdiri dari 1.044 item barang bukti.

Selain berkas, Kejari Rangkasbitung juga menyerahkan barang bukti berupa uang tunai sebanyak Rp3,7 miliar lebih dari tersangka Direktur RS Adjidarmo, Indra Lukmana. Tersangka Indra Lukmana sendiri hingga kini menjadi tahanan kota oleh pihak Kejari Rangkasbitung. “Hari ini saya terima limpahan dari Kejari Rangkasbitung,” ujar Ketua Panitera Pengadilan Negeri Serang, Anton Praharta ditemui saat penyerahan di kantornya.

Usia menerima pelimpahan kasus ini, Anton mengatakan pihaknya akan segera memeriksa kelengkapan barang bukti. Setelah barang bukti dianggap lengkap, maka pihaknya akan mengagendakan persidangan. “Kita serahkan dulu ke Ketua PN,” ujarnya.

Sebelumnya, tim penyidik Kejati Banten telah menyita uang sebesar Rp3,5 miliar dari Direktur RS Adjidarmo Rangkarbitung Indra Lukmana. Namun setelah dilakukan audit lanjutan, ternyata penyidik bersama tim auditor menemukan kerugian negara dengan total Rp3,7 miliar, atau ada penambahan sebesar Rp200 juta.

Untuk memastikan penambahan kerugian negara ini, penyidik Kejati Banten telah memeriksa Wakil Direktur Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Adjidarmo Rangkasbitung, drg Meutia Elda. (Wahyudin)