Direktur RSUD Cilegon Mengundurkan Diri?

Direktur RSUD Cilegon, Zainoel Arifin
Direktur RSUD Cilegon, Zainoel Arifin

CILEGON – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panggungrawi Cilegon Zainoel Arifin dikabarkan mengundurkan diri. Kabar pengunduran diri Zainoel sempat beredar hingga di kalangan pegawai rumah sakit plat merah itu.

“Informasinya yang kami peroleh seperti itu. Beliau mengundurkan diri. Nggak tahu persis penyebabnya apa,” ungkap salah seorang pegawai yang menolak disebutkan identitasnya, Kamis (31/12/2015).

Sumber ini membeberkan desas desus di kalangan pegawai. Pengunduran mantan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Cilegon itu dipicu lantaran tidak sanggup membenahi RSUD sebagaimana yang diharapkan Pemkot Cilegon. “Kabarnya, dia sudah capek karena terlalu banyak persoalan di rumah sakit,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Cilegon, Mahmudin mengaku baru mengetahui kabar pengunduran diri Zainoel itu. “Info dari mana? Persoalannya kalau belum ada (pengajuan surat pengunduran diri) tertulis, belum bisa kita tindak lanjuti. Sebab, sampai saat ini kami belum menerimanya,” ujarnya.

Ia menduga, kabar pengunduran diri itu muncul erat kaitannya dengan usia Zainoel yang saat ini sudah menginjak umur 56 tahun. “Kalau melihat dari usianya, berdasarkan aturan, beliau sudah bisa mengajukan pengunduran diri dua tahun sebelum masa pensiun usia 58 tahun, melalui MPP (Masa Persiapan Pensiun). Tapi berkasnya belum kita terima,” katanya.

Terpisah, Zainoel Arifin yang dikonfirmasi tidak menampik terkait dengan adanya kabar pengunduran dirinya itu. “Seharusnya memang 1 Desember lalu saya ajukan karena usia saya 56 tahun, tapi karena ada aturan ASN (Aparatur Sipil Negara) itu sampai 58 tahun, makanya nggak jadi (mengundurkan diri),” katanya. (Devi Krisna)