Diresmikan 2010, Pasar Tradisional di Carenang Mangkrak

0
1.061 views
Pasar tradisional di Desa Mekarsari, Kecamatan Carenang, kondisinya sudah tidak terurus, Selasa (20/12).

CARENANG Pasar tradisional di Desa Mekarsari, Kecamatan Carenang, diresmikan sejak 2010, tetapi sampai sekarang belum berfungsi. Kondisinya dipenuhi semak belukar dan tumbuhan liar.

Menurut Kepala Seksi Fasilitasi Permodalaan pada Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Serang Muhammad Rifqi, pasar ini diresmikan pada 29 Desember 2010. Sebelumnya, pasar tradisional Koperasi Sumber Rizki ini pernah diisi oleh pedagang. Namun, lokasinya yang berdekatan dengan kandang ayam dan bau menyebabkan para pedagang tidak betah. “Sebelum dibangun pasar, tidak ada kandang ayam. Tapi, setelah selesai pembangunan pasar tradisional, warga membuat kandang ayam,” ungkapnya kepada Radar Banten di ruang kerjanya, Selasa (20/12).

Kata Rifqi, bangunan tersebut selama enam tahun tidak dipakai. Di depan pasar sudah dibangun kantor Kepala Desa Mekarsari. “Itu agar memancing warga ketika mengurusi surat-surat kependudukan, sambil berbelanja di pasar,” ujarnya.

Rifqi berjanji, akan merevitalisasi pasar pada 2017. Para pedagang yang pernah berjualan dipastikan akan berjualan kembali. “Jadi, pasar tersebut kendalanya adalah kandang ayam yang lokasi tidak jauh dari pasar,” katanya.

Ia mengatakan bahwa bangunan itu wewenangnya masih ada di Kementerian Koperasi dan UKM. Bangunan pasar yang terdiri atas 12 bangunan kios dan dua unit los itu belum diserahkan kepada desa. “Berhubung belum ada surat hibah, bangunan tersebut tidak ada yang mengurusi,” ucapnya.

Sekretaris Camat Carenang Sapar menyayangkan sekali kondisi pasar yang terbengkalai. “Lokasinya sudah strategis karena berada di jalan protokol. Tinggal bagaimana pihak desa memanfaatkan lokasi tersebut,” ucapnya.

Menurut Sapar, jika pasar itu belum menjadi milik desa, selamanya akan mangkrak. “Lebih baik segera ambil tindakan. Kalau hanya persoalan kandang ayam, itu bisa dipindah ke tempat lainnya,” tuturnya.

Kepala Desa Mekarsari Nahudi menilai bahwa lokasi pasar kurang strategis sehingga pembeli enggan datang ke pasar. “Di sini kan, lokasi pasar tidak jauh dari Pasar Gedeblag dekat Polsek Carenang dan Pasar Binuang. Makanya, pasar tradisional Carenang ini sepi,” ucapnya. (Shogir/Radar Banten)