CILEGON – Ratusan buruh outsourcing PT Krakatau Steel (KS) yang dirumahkan mendatangi Gedung Teknogi KS di kawasan industri KS, Kota Cilegon. Kedatangan buruh untuk meminta penjelasan secara langsung terkait kebijakan tersebut dari jajaran direksi.

Kali ini buruh kembali tidak ditemui oleh jajaran direksi, sama seperti kedatangan pada Senin (24/6) lalu. Kedatangan buruh hanya diterima oleh Manager General Affair Ezi Jauhari. Akibatnya buruh tidak mendapatkan hasil yang sesuai dengan yang diharapkan.

“Karena bertemunya dengan midle managemen, tidak ada keputusan sebagaimana yang dituntut,” ujar Ketua Federasi-Serikat Buruh Krakatau Steel (F-SBKS) Sanudin usai pertemuan, Selasa (25/6).

Menurutnya, buruh menuntut kebijakan KS yang akan merumahkan para buruh outsourcing dengan dalih perusahaan sedang mengalami kesulitan finansial. Buruh menilai, ada solusi lain yang bisa diambil dari pada merumahkan atau memutuskan hubungan kerja dengan para buruh.

Sanudin mencontohkan, perusahaan bisa melakukan efisiensi biaya produksi atau upah buruh, atau dengan mengaryakan para buruh di anak-anak perusahaan PT KS. “Tapi harus sama yang organik juga. Sekarang kan hanya otusourcing saja yang dirumahkan,” ujarnya.

Sanudin melanjutkan, proses dirumahkannya buruh dilakukan secara bertahap sejak Juni hingga 31 Agustus mendatang. Saar ini sudah ada sekira 300 buruh yang tergabung dalam F-SBKS yang sudah dirumahkan. (Bayu Mulyana)