SERANG – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Serang Akhmad Zubaidillah mengakui bahwa beberapa bulan lalu pihaknya mendapatkan pengaduan soal pungutan liar (pungli) di sekolah. Pungli kepada siswa itu dengan tujuan pembelian buku paket di salah satu SD di Kota Serang.

Pengakuan ini menyikapi hasil reses anggota DPRD Kota Serang yang menyikapi Program Pendidikan Gratis pada awal tahun 2014 lalu. “Soal hasil reses dewan, memang terjadi namun sudah melakukan pemanggilan kepada salah satu kepala sekolah, beberapa bulan lalu, sedangkan jenis bukunya minta dikembalikan kepada pengusaha,” ungkap Zubaidillah kepada wartawan saat ditemui di Puspemkot Serang, Selasa (6/1/2015).

Zubaidillah menjelaskan bahwa menindaklanjuti laporan anggota dewan pada saat reses, pihaknya sudah mengintruksikan kepada para bawahannya untuk memprketat pengawasan. “Saya tadi pagi sudah menginstruksikan mulai hari ini turunkan pengawas-pengawas ke sekolah-sekolah. Adakah sekolah yang melakukan pemungutan. Kalau misalnya ada tulis dan laporkan, dan kalau tidak bikin pernyataan dari pihak kepala sekolah dan komite,” jelasnya.

Berkaitan dengan sanksi yang diberikan kepada pihak kepala sekolah yang melakukan pungli pihaknya akan menyerahkan pada pimpinan. “Kami dan yang lainnya melakukan pengawasan bisa melekat atau dari jarak jauh, tinggal dari masing-masing kepala sekolah, dalam rangka menterjemahkan arahan-arahan pimpinan saja soal kebijakan pendidikan gratis,” kata Zubaidillah. (Fauzan Dardiri)