Disdukcapil Lebak Terbitkan 50.700 Suket

LEBAK – Tersendatnya pengiriman blangko Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el) oleh Pemerintah Pusat, membuat Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) terpaksa menerbitkan surat keterangan (suket) pengganti KTP-el. 

Sejak Mei 2019, total suket yang telah diterbitkan Disdukcapil mencapai 50.700 lembar. Menurut Kepala Disdukcapil Kabupaten Lebak Ujang Bahrudin, masalah ketidaktersediaan blangko KTP-el saat ini bukan hanya terjadi di Lebak, tetapi di daerah lain.

Setiap bulan, kata dia, instansinya hanya menerima kiriman 500 lembar KTP-el. “Sudah lebih dari enam bulan, kami menerbitkan suket, sebagai pengganti KTP-el. Total Suket yang diterbitkan sampai November mencapai 50.700 lembar. Bahkan, ada suket yang sudah habis masa berlakunya, sehingga mereka harus datang lagi ke sini untuk memperpanjang,” kata Ujang di ruang kerjanya, kemarin.

Dia berharap, pengiriman blangko KTP-el tahun depan ditambah. Minimal mengirim 5.000 lembar blangko KTP-el per bulan. “Jadi harapannya ketersediaan blangko KTP-el bisa terjamin,” katanya.

Ujang mengaku, pihaknya telah berupaya meminta tambahan blangko KTP-el kepada Kemendagri. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil, karena ketersediaan blangko KTP-el di pusat sendiri terbatas. “Enggak ada solusi dari Kemendagri soal blangko KTP-el. Padahal, masyarakat di daerah sudah banyak yang resah,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa (kades) Cibareno, Kecamatan Cilograng, Rustandi Putra menyatakan, warga dari wilayahnya banyak yang mengeluhkan ketidaktersediaan blangko KTP-el. Menurutnya, kondisi itu telah membuat masyarakat harus mengeluarkan biaya besar, karena harus dua kali ke Rangkasbitung. Padahal waktu tempuh dari Cibareno ke Rangkasbitung lebih dari empat jam. “Dengan keadaan itu, bukan hanya membutuhkan biaya lumayan besar, tapi waktu,” katanya seraya mengatakan, sudah lebih dari enam bulan blangko KTP-el di Lebak tidak ada. (tur/zis)