Disdukcapil Tangsel Rajin Operasi Yustisi 

0
64
Petugas Satpol PP sedang memeriksa KTP-el dalam operasi yustisi di Pondokjaya, Pondokaren, Rabu (23/8).

PONDOKAREN – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tangsel menyiapkan cardreader. Tujuannya untuk memudahkan dan mempercepat pelayanan masyarakat.

Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Heru Sudarmanto mengatakan, saat ini pelayanan yang diberikan kepada masyarakat masih manual. Misal untuk merekam data, masyarakat diminta fotokopi KTP tersebut.

”Nanti akan kita usahakan alat ini ada di setiap pusat pelayanan. Jadi nggak perlu itu fotokopi setiap mau daftar. Repot kan, makanya kita usahakan. Sekarang tugas kita, bagaimana semua masyarakat bisa memperoleh e-KTP dulu,” katanya, Rabu (23/8).

Solusinya adalah dengan mendata ke sejumlah permukiman penduduk. Juga digelar operasi yustisi di sejumlah titik. Misalnya di kawasan CBD Sektor 7 Bintaro kemarin. Lebih dari 88 orang terjaring operasi kependudukan lantaran tidak membawa KTP. Mereka diberi sanksi administrasi berupa denda maksimal Rp50 ribu untuk warga negara Indonesia dan maksimal Rp100 ribu untuk warga negara asing.

”Selebihnya ditentukan oleh hakim dengan pertimbangan beberapa hal yang terkait pelanggaran,” Kata Heru ditemui usai melakukan operasi tersebut.

Ia menjelaskan, operasi ini bertujuan melaksanakan Permendagri Nomor 14 Tahun 2015 tentang Pedoman Pendataan Penduduk Non Permanen. Yakni melaksanakan pendataan penduduk non permanen di masing-masing kecamatan diambil dari hasil rekapitulasi setiap kelurahan.

“Juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memiliki dokumen kependudukan berupa KTP-el dan kartu keluarga demi terwujudnya tertib administrasi kependudukan,” kata Heru.

Ke depannya Disdukcapil Tangsel akan membuat SMS/WhatsAap Gateway untuk memudahkan dan mempercepat layanan masyarakat untuk keperluan tertentu.

Sementara itu salah satu warga yang dikenakan denda Adam mengatakan, masih memiliki KTP biasa sebagai alat identitas. ”Belum merekam juga, soalnya memang selalu kerja kalau hari biasa makanya agak repot,” ujarnya. (MG-04/FIRDAUS)