Dishub Bakal Merevitalisasi Jalan Cilegon Timur

Jalan
Ilustrasi/ Foto: Doni Kurniawan

CILEGON – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cilegon bakal merevitalisasi jalan di bawah flyover akses pintu Tol Cilegon Timur, tepatnya di depan Hotel Grand Mangku Putra. Rencananya, jalan lama tersebut akan digunakan untuk kendaraan non-bus.

Kepala Dishub Cilegon Dana Sujaksani mengatakan, perbaikan jalur pertigaan Seruni merupakan salah satu langkah Pemkot Cilegon untuk memaksimalkan pelayanan di Terminal Seruni. Dengan begitu, simpul kemacetan di pertigaan Seruni bisa diatasi. “Selama ini terminal itu selalu sepi karena persoalan kemacetan di pertigaan. Kita sudah ajukan kepada Pak Wali untuk melakukan revitalisasi jalan di bawah flyover itu, dan beliau setuju,” katanya, kemarin seperti dilansir Harian Radar Banten.

Dijelaskan, untuk melakukan revitalisasi jalan itu, pihaknya sedang membangun komunikasi dengan PT Marga Mandalasakti (MMS) selaku operator jalan Tol Tangerang-Merak, Dinas Pekerjaan Umum (PU), dan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Serang. Dengan komunikasi itu, diharapkan proses revitalisasi bisa berjalan dengan baik. “Kenapa kami melakukan koordinasi dengan Kabupaten Serang, karena jalan itu berada di wilayah Kabupaten Serang, bukan di Cilegon,” ujarnya.

Kata dia, jalan di bawah flyover itu akan digunakan untuk kendaraan non-bus yang dari luar daerah menuju Kota Cilegon maupun Kabupaten Serang. Sedangkan untuk bus menggunakan jalan biasa. “Jadi rekayasa lalu lintas dengan memfungsikan kembali jalan itu kita lakukan agar tidak ada lagi persoalan kemacetan,” ungkapnya.

Dia menegaskan, rencana itu bisa direalisasikan pada awal Mei 2016 mendatang atau tepatnya sebelum TTM diambil alih oleh pemerintah pusat. Dengan begitu, kemacetan yang biasa terjadi di sekitar pintu Tol Cilegon Timur bisa teratasi. “Untuk melakukan itu kita memiliki waktu tiga bulan,” imbuhnya.

Disinggung soal keamanan di jalur itu karena ada perlintasan kereta api, Dana menambahkan, pihaknya akan menempatkan petugas untuk mengamankan lokasi tersebut agar tidak terjadi kecelakaan. “Kita akan bayar orang di sana untuk jaga perlintasan. Itu sudah kita lakukan seperti di perlintasan Puskesmas Pulomerak,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Pengendalian dan Operasional (Dalops) Dishub Kota Cilegon Fatur R Syadeli membenarkan jika pertigaan Seruni merupakan daerah yang sering terjadi kemacetan. Bahkan di lokasi itu juga sering terjadi kecelakaan. “Terutama pada saat pagi dan sore hari atau di jam-jam sibuk,” katanya.

Dia mengaku, untuk mencegah terjadinya kemacetan di pertigaan Seruni, pihaknya selalu menugaskan petugas Dishub Cilegon untuk selalu menjaga jalan terutama pada jam-jam sekolah dan jam kerja, sebab waktu itu kondisi jalan bisa sangat ramai. “Petugas kita selalu stand by di sana untuk ngatur lalu lintas,” ujarnya. (RB/mg10/ags)