Dishub Kota Tangerang pasang Alat Tegur Pengendara

0
102

TANGERANG – Para pengendara yang tak tertib di jalan simpang di Kota Tangerang, bakal dibuat kaget. Sebab, ia bisa secara tiba-tiba ditegur petugas melalui comand center Dinas Perhubungan Kota Tangerang, Jalan Dr Sitanala, Kecamatan Neglasari.

Dishub telah memasang sebuah alat teguran atau imbauan kepada pengendara yang kurang tertib. Ini guna menghindari terjadinya kesemrawutan dan kemacetan. Alat itu bernama traffic public announcement (TPA).

Selain TPA, Dishub juga menerapkan sistem kendali lalu lintas kendaraan atau area traffic control system (ATCS). Sebanyak 33 simpang yang sudah terpasang ATCS. Dari jumlah ini, sudah empat simpang yang terpasang TPA. Yakni, simpang Tanahtinggi Kecamatan Tangerang, simpang Puspem Kota Tangerang Kecamatan Tangerang, simpang Jalan TMP Taruna Kecamatan Tangerang, dan simpang Benteng Betawi Kecamatan Cipondoh.

Sekretaris Dishub Kota Tangerang Wahyudi Iskandar mengatakan, pemasangan alat TPA ini bertepatan dengan Hari Perhubungan Nasional yang jatuh pada 17 September.

”Ini bagian dari inovasi Pemkot Tangerang. Alat tersebut memungkinkan petugas untuk bisa memberikan teguran ataupun imbauan ke pengguna jalan di beberapa simpang. Sehingga kemacetan ataupun kesemrawutan di jalan simpang bisa diminimalisasi,” kata Wahyudi, Kamis (21/9).

Kepala Dishub Kota Tangerang Saeful Rohman menambahkan, masalah kemacetan terus dilakukan Pemkot Tangerang. Melalui berbagai langkah, termasuk langkah teknologi.

Sementara itu, pada kegiatan peringatan Hari Perhubungan Nasional, Selasa (19/9), Walikota Arief R Wismansyah menyempatkan diri mencoba alat tersebut melalui comand center Dishub.

Arief mengimbau pengguna jalan yang kebetulan melewati garis batas zebra cross untuk mememundurkan kendaraannya, sehingga tidak mengganggu pejalan kaki yang melintas. ”Bapak yang pakai baju merah silakan mundur sedikit ke belakang agar tidak menghalangi pejalan kaki,” teriak Arief.

Arief menyampaikan, Pemkot Tangerang selalu menyelesaikan persoalan transportasi. Terutama kemacetan, antara lain dengan pengembangan trasnportasi masal melalui bus rapit transit (BRT), penambahan geometri jalan untuk menampung volume kendaraan yang terus meningkat, dan koordinasi dengan berbagai pihak untuk meminimalisasi kemacetan.

Tak lama lagi juga ada kereta api Jakarta Ekspress Bandara, Tol Bandara-Kunciran. Namun, diakuinya bahwa itu juga belum menyelesaikan masalah kemacetan di Kota Tangerang. ”Perlu dukungan masyarakat agar selalu tertib berlalu lintas,” ungkapnya. (why/dai/sub)