MERAK – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI bersama PT ASDP Indonesia Ferry menggelar diskusi kepariwisataan bersama para pelajar dari level sekolah menengah hingga perguruan tinggi dan masyarakat umum di KMP Batu Mandi, Jumat (5/7).

Penyelenggaraan diskusi kepariwisataan itu dilakukan sambil berlayar mengarungi Selat Sunda dari Pelabuhan Merak menuju Pelabuhan Bakauheni, Lampung.

Diskusi dimulai sejak pukul 09.30, proses diskusi dibagi ke dalam dua sesi. Pertama dalam perjalanan dari Merak menuju Bakauheni dengan pembicara Direktur Komersial PT ASDP Indonesia Ferry Yusuf Hadi. Sesi kedua dari Bakauheni menuju Merak dengan pembicara Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Di sesi pertama, Direktur Komersial PT ASDP Indonesia Ferry Yusuf Hadi memaparkan peranan transportasi penyeberangan dalam mendongkrak kepariwisataan di Indonesia.

Menurut Hadi, sebagai perushaan penyedia jasa penyeberangan, ASDP terus berupaya melahirkan kebijakan yang men-support upaya pengembangan kepariwisataan, salah satunya dengan membangun dermaga eksekutif dan meningkatkan pelayanan serta fasilitas kapal. “Di Pulau Komodo, ASDP menyiapkan satu kapal ferry yang khusus melayani perjalanan pariwisata dari pagi hingga malam hari,” ujar Hadi saat memaparkan materi.

Dalam kesempatan itu, Hadi pun menyinggung peran serta semua pihak dalam menjaga kebersihan laut dari sampah-sampah pelastik. “Sampah yang terlihat di laut tidak sepenuhnya berasal dari kapal penyeberangan, untuk menjaga laut tetap bersih perlu peran semua pihak,” paparnya. (Bayu Mulyana)