Diskusi Pilgub di Teras Kota: Sepakat Perangi Korupsi

0
514 views

SERPONG – Seminggu jelang pencoblosan, dua pasang calon Gubernur Banten, Wahidin Halim-Andika Hazrumy dan Rano Karno-Embay Mulya Syarief menandatangani pakta integritas antikorupsi di Amphieteater Mal Teras Kota, BSD City, Tangsel, Rabu (8/2).

Acara yang dihelat Ayo Banten, sebuah lembaga independen pemilu, menjadi saksi kedua paslon ini sepakat memerangi korupsi di semua lini. Sayangnya, kali ini Andika Hazrumy tak hadir karena ada kunjungan masyarakat di Serang.

Sebelum penandatanganan, para calon memaparkan visi misi mereka. Saling adu solusi pemberantasan korupsi antara Rano Karno dan Wahidin Halim sempat memanas. Dalam diskusi yang bertema adu program anti korupsi, Rano Karno sempat mengeluarkan nada tinggi.

Ini terjadi saat panelis dari Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini Mashudi meminta pendapatnya mengenai kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi terkait jual beli jabatan di Klaten, Jawa Tengah.

”Bagaimana memastikan supaya jual jabatan jauh dari faktor kekerabatan dan keluarga. Apakah wakil gubernur akan dilibatkan dalam penetapan jabatan?” ujar Rano.

Sementara, Wahidin menampik bahwa jual beli jabatan itu tidak ada. Ia juga tegas menolak praktik tersebut. Sebab, pengangkatan jabatan harus sesuai kemampuan aparatur sipil negara (ASN) tersebut. Sedangkan untuk penentuannya, gubernur lah yang memutuskan, sementara wakil gubernur hanya memberi masukan dan saran saja. ”Selama saya menjadi lurah, camat hingga Walikota Tangerang tidak pernah melakukan jual beli jabatan. Ini berhubungan moralitas,” tegasnya.

Wahidin Halim juga menyinggung mengenai kehadiran KPK di Banten. Menurutnya, kehadiran KPK bukan diundang pemprov yang saat itu Rano Karno masih menjabat, melainkan posisi Banten yang masuk zona merah korupsi. ”Adanya KPK, bukan karena diminta oleh Pak Rano Karno. Tapi KPK masuk memang keharusan, sebab Banten termasuk zona merah,” katanya.

Selain itu, KPK juga tidak seluruhnya bisa mengatur birokrasi Banten. Lantaran, ada batasan Undang-undang aparatur sipil negara (ASN). ”Saya setuju, untuk tolak korupsi. Saya memimpin akan dengan transparansi dengan penerapan sistem online,” katanya.

Saat pertanyaan panelis tersebut dilontarkan ke pasangan Rano-Embay. Jawaban Wahidin Halim tersebut menyulut emosi calon Gubernur Banten nomor urut dua, Rano Karno. ”Mohon maaf Pak Wahidin Halim, Saya tahu kapasitas bapak sebagai Walikota Tangerang yang hebat. Saya tadinya tidak mau berdebat dengan Pak Wahidin Halim. Soalnya acara ini hanya diskusi, tapi pak Wahidin mengajak untuk berdebat,” ucapnya.

Ia mengatakan, kalau KPK memang diundang dirinya untuk supervisi ke Banten agar upaya untuk proses pemerintahan Banten tetap berjalan. Rano mengatakan, dalam kasus yang menyeret Mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah dalam kasus pilkada Lebak, terdapat 1.200 dokumen yang ditahan KPK.

Saat memimpin menjadi gubernur, sambung Rano, ia sudah berupaya untuk meminta kembali dokumen untuk pembangunan Banten yang ditahan KPK. Namun, ia hanya berhasil mendapatkan 800 dokumen, sisanya masih ditahan. Untuk itu, supaya semua dokumen bisa kembali ke provinsi, dirinya mengundang KPK untuk melakukan supervisi. ”Saya punya buktinya, silakan bapak cek. KPK diundang ke Banten. Saya dengan tegas juga menolak korupsi, makanya KPK ada di Banten agar pembangunan di Banten tidak terhambat,” terangnya.

Diskusi tersebut ditutup dengan penandatanganan pakta integritas antikorupsi. Kedua pasangan sepakat untuk melawan korupsi di banten.

Sementara, panitia diskusi, Gufron Khan mengatakan, Ayo Banten merupakan organisasi independen dalam memantau pilkada. Ayo Banten telah tersertifikasi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). ”Diskusi ini untuk mengajak paslon memerangi korupsi yang sudah menggurita di Banten,” katanya.

Terpisah, Perwakilan Indonesian Coruption Watch (ICW), Donal Paris menambahkan Banten memang menjadi sorotan korupsinya. ”Korupsi yang membuat Banten tidak bisa maju dan masyarakatnya tidak sejahtera,” tegasnya. (Wahyu S-Togar H/Radar Banten)