Pekerja membongkar jaringan pipa kimia di Lingkungan Gerem Raya, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, Senin (18/1/2016). Saat itu pipa ini diduga bocor.

CILEGON – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Cilegon akan turun langsung ke lokasi PT Dover Chemical di Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol setelah mengetahui ada dugaan kebocoran gas dari alat produksi, yang membuat warga di sekitar lokasi pabrik tak kuat menahan bau.

“Kita akan ke lokasi. Yang pasti kita sudah menginformasikan ke perusahaan bahwa kita akan datang melihat kondisi kebocoran alat itu,” ujar Penyidik Ketenagakerjaan Disnaker Cilegon Rachmatullah melalui sambungan telepon, Jumat (12/2/2016).

Saat ini, kata dia, pihaknya belum dapat menduga penyebab kebocoran gas. Apakah kelalaian kerja atau tidak sesuai prosedur operasi standar. “Kita mau memastikan dulu (dugaan kelalaian SOP) itu sekarang. Kalau mekanismenya tidak sesuai dan tidak mengikuti prosedur keselamatan kerja, kita akan buat surat secara tertulis,” katanya.

Disinggung keterkaitan kebocoran gas dua hari lalu dengan insiden ledakan pipa gas bulan lalu, pihaknya masih belum dapat memastikan hal itu. Namun, untuk menelusuri keterkaitan itu, tim penyidik akan melakukan investigasi ke lokasi pabrik. “Tetap akan kita cek. Apabila itu ada hubungan, berarti kesimpulannya ada mengabaikan K3. Bila tidak ada, akan kita akan kros cek ke warga mengeluhkan bau,” jelasnya.

Warga di lingkungan Kramat Raya, RT 02 RW 02, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon menggunakan masker lantaran tak kuat menahan bau, yang diduga dari PT Dover Chemical. Bahkan ada warga yang mual hingga muntah, yang disertai perih pada hidung dan mata. (Devi Krisna)