Disnaker Setop Kerja Operator Tiket Elektronik Pelabuhan Merak

Tim gabungan Disnaker dan Manajemen PT ASDP Cabang Utama Merak
Tim gabungan Disnaker dan Manajemen PT ASDP Cabang Utama Merak

MERAK – Tim gabungan dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cilegon dan Satpol PP Kota Cilegon akhirnya menghentikan pengoperasian elektronik tiket oleh PT Mata Pensil Globalindo (MPG), mitra PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Utama Merak, Rabu (10/2/2016).

Penghentian operasional itu berdasarkan berita acara bernomor No 560/BAP.002/Pengawasan, yang langsung ditandatangani oleh Kepala Disnaker Cilegon Erwin Harahap.

Penyidik Ketenagakerjaan Disnaker Cilegon, Rachmatullah mengatakan, pemberhentian itu lantaran pengoperasi tiket elektronik pelabuhan oleh MPG dipandang telah bertentangan dengan Undang Undang Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, Pasal 64 tentang tata cara perizinan perusahaan penyedia jasa pekerja atau buruh. Juga Permenaker nomor 19 tahun 2012 tentang Outsourcing.

“Persoalannya adalah karena alur yang ditetapkan oleh beberapa asosiasi pelabuhan yang berhubungan dengan kerja ASDP itu belum ada. Asosiasi yang menetapkan, mana pekerjaan utama dan mana pekerjaan penunjang. Itu kan syarat penyerahan pekerjaannya. Nah, ini kan belum ada,” ujarnya.

Ia menambahkan, belum adanya surat keterangan alur dari asosiasi itu, menyebabkan pihaknya tidak dapat mengklasifikasi apakah operasional tiket elektronik tersebut merupakan pekerjaan utama ataukah penunjang PT ASDP.

Pemberhentian pengoperasian tiket elektronik oleh MPG itu, kata dia, berlaku mulai besok, untuk selanjutnya pengoperasian harus diserahkan kembali untuk dikelola oleh PT ASDP. “Prinsipnya sesuai ketentuan, yang boleh diserahkan itu cuma pekerjaan penunjang. Jadi sebelum ada syarat-syarat penyerahaan pekerjaan itu belum dipenuhi, operasional itu harus diambil alih lagi oleh ASDP. Mau dengan cara yang sama (elektronik) ataukah manual seperti dulu. Karena kami kan tidak mempersoalkan sistemnya,” katanya.

Di tempat yang sama, Manager Operasional PT MPG Muhammad Hakim tidak menampik belum adanya syarat-syarat yang belum dikantongi pihaknya. Dirinya mengaku belum dapat memutuskan sikap apapun terkait dengan penyetopan kerja pihaknya dalam operasional tiket elektronik.

“Yang pasti kami perlu berkoordinasi dengan ASDP dulu. Kaitan dengan berita acara (Disnaker) tersebut, kami bukan mengabaikan. Tapi mungkin karena kurang konsentrasi dan ketidaktahuan kami pada mekanismenya seperti apa. Pada prinsipnya kami sadar, dan akan kami penuhi,” katanya.

Senada dikatakan Manager Operasional PT ASDP Cabang Utama Merak, Nana Sutisna. Ia mengaku harus berkoordinasi terlebih dulu secara internal sebelum mengambil alih pengoperasian tiket elektronik tersebut dari MPG. Mengingat dalam pengoperasiannya, MPG selama ini melibatkan sekitar 98 orang personel.

“Peralihan ini hanya sementara saja, jadi perlu kita bahas dulu. Harapan kami, persoalan ini tidak menganggu pelayanan. Lagipula, selama ini (sebelum dioperasikan MPG) kan oleh ASDP. Jadi kita tinggal siapkan man power nya saja,” katanya. (Devi Krisna)