Dispar Banten Gelar Exciting Banten on Seba Baduy

SERANG – Perhelatan adat dan budaya Seba Baduy mulai berlangsung hari ini (20-22/4). Sebanyak 1.500 warga Baduy Dalam dan Luar turun gunung untuk memulai ritual Seba Baduy. Warga Baduy Dalam akan berjalan sekitar 115 kilometer dan membawa hasil bumi dari Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, menuju Pendopo Gubernur Banten.

Acara tahunan ini dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melalui Dinas Pariwisata (Dispar) dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten. Untuk memeriahkan rutual adat Baduy tersebut, berbagai event menarik pun disiapkan.

Sebagai leading sector pariwisata di Banten, Dinas Pariwisata Provinsi Banten menggelar rangkaian acara menarik untuk memeriahkan rangkaian acara adat Baduy, salah satunya Festival Indonesia Festival Exciting Banten on Seba Baduy yang berlangsung hari ini (20/4) di Alun-alun Barat Kota Serang. Festival on Seba Baduy ini menampilkan berbagai potensi wisata di Banten, mulai dari wisata alam, sejarah, dan budaya yang dikemas dalam bentuk paket lengkap bagi wisatawan.

“Potensi pariwisata Provinsi Banten sangatlah besar. Mulai dari wisata bahari, wisata sejarah, dan wisata budaya. Perhelatan adat Seba Baduy bisa menjadi magnet bagi wisatawan untuk mengenal Banten,” kata Kepala Dispar Provinsi Banten Eneng Nurcahyati, baru-baru ini.

Untuk mendukung geliat industri kreatif di Banten, dalam pameran Festival Exciting Banten on Seba Baduy mengangkat potensi industri kreatif lokal, mulai dari bidang fashion hingga kuliner. Satu di antaranya akan menampilkan kerajinan tenun dari Baduy.

Sebagai salah satu tujuan wisata, Banten menyimpan banyak destinasi menarik dan indah. Di Kabupaten Lebak Selatan misalnya, terdapat destinasi wisata pantai yang membentang dari Binuangen hingga Sawarna, kecantikan Foa Langir di Kecamatan Bayah. Di Kabupaten Pandeglang terdapat Pantai Tanjung Lesung dan Taman Nasional Ujung Kulon.

Sementara itu, Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan, perayaan Seba Baduy mampu mendorong kunjungan wisatawan ke Banten. Sebagai salah satu wisata budaya kebanggaan Banten, Seba Baduy juga menjadi simbol dan identitas budaya leluhur Banten yang harus dilestarikan.

WH, sapaan akrab Wahidin Halim, mengajak wisatawan untuk datang ke Kota Serang untuk menyaksikan secara langsung kesakralan Seba Baduy. Sehingga nantinya wisatawan memahami kearifan lokal budaya masyarakat Baduy.

“Seba Baduy sangat menarik dan tidak ada di tempat lain selain di Banten. Saya mengimbau segenap warga Banten dan Indonesia untuk melihat rangakaian tradisi adat dan budaya masyarakat Baduy,” ucapnya.

Sekadar diketahui, prosesi Seba Baduy merupakan upacara adat. Seba digelar setelah Urang Kanekes melaksanakan Puasa Kawalu selama tiga bulan dan musim panen tiba. Seba Baduy juga upacara adat untuk bertemu dengan Bapak Gede atau Gubernur Banten Wahidin Halim menyampaikan unek-uneknya dan memberikan hasil bumi.

Masyarakat Adat Baduy percaya, hingga saat ini tetap kokoh mempertahankan adat dan menjaga alam. Setidaknya tercermin dalam pepatah mereka: “Lojor teu meunang dipotong, pendek teu meunang disambung” (Panjang tidak boleh dipotong, pendek tidak boleh disambung).

“Ritual setahun sekali ini adalah warisan yang mesti dilestarikan. Pemerintah Provinsi Banten tentu mengapresiasi dan menghargai tradisi setiap daerah di Banten, termasuk warga adat Baduy,” kata Wahidin. (ADVERTORIAL/DINAS PARIWISATA BANTEN)