Toko yang menjual baju bekas.

SERANG – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten ikut mengawasi peredaran baju bekas dari luar negeri yang masuk ke wilayah Banten. Hal ini sejalan Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 51/M-Dag/Per/7/2015 Tahun 2015 tentang Larangan Impor Pakaian Bekas, yang disebutkan bahwa pakaian bekas asal impor berpotensi membahayakan kesehatan manusia sehingga tidak aman untuk dimanfaatkan dan digunakan oleh masyarakat.

“Dengan masuknya baju bekas ke Indonesia dari luar negeri, berarti sama saja menjatuhkan martabat bangsa. Mereka menjual baju bekasnya ke Indonesia karena di sana baju hanya dipakai permusim. Nah, yang sudah tidak dipakai lagi mereka jual,” kata Kepala Seksi Perlindungan Konsumen Pengawasan Beredar dan Jasa Diperindag Pemprov Banten Imam santoso, Rabu (31/8).

Agar warga Banten tidak dirugikan, lanjut dia, Disperindag melakukan program edukasi konsumen cerdas. Edukasi tersebut dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan mengenai bagaimana konsumen harus memilih barang yang berkualitas baik. Dengan adanya program tersebut, diharapkan masyarakat dapat kritis dalam membeli, tidak hanya tergiur dengan harga yang murah.

“Kan sekarang masyarakat paling tertarik dengan harga yang murah. Sehingga mereka sering tertipu dengan barang-barang yang secara kualitas kurang baik,” ujarnya.

Saat ini di Banten banyak yang menjual baju bekas dengan harga yang jauh lebih murah. “Di mal-mal saja sudah ada yang jual, di pinggir-pinggir jalan apa lagi sudah banyak,” ungkapnya. (Wirda)