Disperindag Lebak Targetkan Dua Pasar Tertib Ukur

ilustrasi pedagang pasar
ilustrasi pedagang pasar

LEBAK – Pemkab Lebak melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) tahun ini menargetkan dua pasar rakyat di Lebak menjadi pasar tertib ukur. Kedua pasar yang ditarget demikian adalah Pasar Rangkasbitung dan Pasar Wanasalam.

“Baru ada beberapa pasar rakyat yang dinyatakan pasar tertib ukur yaitu Sampay, Citeras dan Pasar Maja. Karena hal itu, kita terus berupaya optimal agar semakin banyak pasar tertib ukur di Lebak,” kata Asda Bidang Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Pemkab Lebak Budi Santoso, Rabu (21/8).

Dia meyakinkan bahwa semua pasar rakyat yang dikelola Pemkab menjadi pasar tertib ukur. Kata Budi, jika hasil penilaian dari Pemerintah Pusat kedua pasar tersebut lolos mendapat pasar tertib ukur, itu berarti Kabupaten Lebak memiliki lima pasar tertib ukur.

“Kita sudah berkomitmen menjadi daerah dengan pasar tertib ukur sesuai dengan Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014. Tujuannya, untuk meningkatkan citra pasar rakyat, sehingga mampu bersaing dengan pasar modern,” katanya.

Ditemui terpisah, Kepala Disperindag Kabupaten Lebak Dedi Rahmat mengaku, sudah membuat langkah strategis untuk mempercepat peningkatan tertib ukur agar terhindar dari kecurangan dalam transaksi perdagangan.

Contohnya, kata dia, penerapan alat ukur, takar, timbang, dan perlengkapannya (UTTP) serta melaksanakan tera ulang. “Ini sengaja dilakukan, agar masyarakat dapat langsung merasakan manfaat dari pentingnya tertib ukur dalam pengukuran di pasar tradisional Lebak,” katanya.

Dedi mengaku, dalam berbagai kesempatan selalu mengingatkan kepada para pedagang di pasar rakyat untuk selalu jujur dalam melakukan penimbangan. “Sejauh ini kami belum mendengar atau mendapat laporan dari masyarakat adanya yang dirugikan, akibat ukuran atau timbangannya tidak sesuai,” katanya. (nce/zis)