Dispora Maksimalkan Kerja PPHP Sport Center

Lapangan sepakbola sport center
Lapangan sepakbola sport center

CILEGON – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Cilegon akhirnya melakukan langkah penghitungan secara internal atas hasil pekerjaan proyek Sport Center yang telah rampung akhir Desember 2015 lalu.

“Kita terpaksa memaksimalkan kerja tim PPHP dan konsultan pengawas untuk melakukan penghitungan dan pemeriksaan hasil pekerjaan, karena sudah ada permintaan dari penyedia jasa konstruksi,” ujar Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sport Center, Edward Susanto kepada Radar Banten Online, Kamis (7/1/2016).

Baca Juga : Inspektorat Cilegon Tolak PHO Sport Center

Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dispora Cilegon ini menambahkan, berdasarkan penghitungan pihaknya, tahapan pekerjaan proyek yang masuk dalam program Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pemkot Cilegon itu sudah mencapai 100 persen.

“100 persen itu hanya untuk pekerjaan lapangan rumput sepak bola saja yang berukuran 68 X 105 meter persegi sesuai rekomendasi FIFA dan pemagaran yang kita fungsikan hanya untuk perlindungan sementara saja. Kita bayarkan 95 persen, sisanya lima persen untuk retensi, pemeliharaan selama enam bulan,” katanya.

Luas lapangan sepakbola itu menjadi bagian dari luas total lahan sekitar 5,4 hektar yang sudah dibebaskan Pemkot untuk area sport center.

Sementara, Kepala Dispora Cilegon, Teten Hertiaman, membenarkan adanya penghitungan hasil pekerjaan yang dilakukan oleh internal pihaknya itu. Ia berharap, meski penghitungan adanya tanpa pendampingan Inpektorat, proyek itu tidak akan menimbulkan persoalan saat dilakukan proses audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Banten.

“Pekerjaannya (sport center) sudah 100 persen. Dan kita juga sudah mengantongi bukti penolakan pendampingan PHO dari Inspektorat bila proyek itu menimbulkan persoalan,” katanya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, langkah penghitungan dengan melibatkan Panitia Pemeriksa Hasil Pekerjaan (PPHP) dan konsultan pengawas pekerjaan dilakukan menyusul adanya penolakan dari Inspektorat Cilegon atas permohonan pendampingan serah terima pekerjaan atau Provisional Hand Over (PHO) yang diajukan oleh Dispora Cilegon tak lama setelah proyek yang menelan anggaran sekitar Rp11,7 miliar itu rampung. (Devi Krisna)