Sekretaris Distan Banten Asep Mulya Hidayat

SERANG – Minum kopi sudah menjadi gaya hidup masyarakat Banten. Namun sayangnya gaya hidup ini belum mampu mengangkat brand kopi Banten dan derajat ekonomi para petani kopinya.

Agar petani kopi merasakan dampak positif dari bisnis kopi yang berkembang pesat, Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten menggagas Festival Kopi Banten 2019 untuk mempromosikan kopi asli yang ada di tanah jawara.

Menurut Sekretaris Distan Banten Asep Mulya Hidayat, dalam tiga tahun terakhir bisnis kopi berkembang pesat di Provinsi Banten, terutama di Kota Serang selaku ibukota provinsi.

“Sejak 2017, bisnis kopi menjamur di Kota Serang. Hampir semua sudut kota berdiri rumah kopi, yang dikemas dengan gaya kekinian khas generasi milenial,” kata Asep usai rapat persiapan Festival Kopi Banten 2019 di Kantor Distan Banten, KP3B, Jumat (15/3).

Pesatnya bisnis kopi di Banten, lanjut Asep, belum berdampak pada kopi asli Banten. “Padahal Banten memiliki kopi lokal, yang tidak kalah kualitasnya dari kopi yang berasal dari daerah lain seperti kopi Badak dan Kopi Gunung Karang, Kabupaten Pandeglang. Kopi Rangkasbitung, Kabupaten Lebak. Kopi Cinangka, Kabupaten Serang. Namun sayang, kopi lokal masih kurang populer dibandingkan kopi dari provinsi lain, seperti kopi Aceh, kopi Toraja, kopi Bondowoso, kopi Bali, kopi Riau, kopi Flores, maupun kopi Temanggung,” tuturnya.

Dikatakan Asep, Festival Kopi Banten 2019 awalnya akan digelar pada peringatan Hari Kopi Nasional, 11 Maret lalu. Namun karena proses pendataan jenis-jenis kopi asli Banten belum rampung, maka festival kopi diundur pelaksanaannya.

“Karena mendekati Pemilu 2019, akhirnya kami memutuskan untuk menggelar Festival Kopi Banten pada 24 Maret 2019 di Alun-alun Kota Serang, atau satu minggu setelah Pemilu 2019,” ungkapnya.

Selain mempromosikan kopi asli Banten, tambah Asep, kegiatan festival kopi juga akan dimeriahkan dengan berbagai perlombaan, di antaranya lomba fotografi tentang kopi, lomba menyajikan kopi, serta lomba melukis kopi (late art).

“Kami juga akan menggelar diskusi tentang sejarah kopi, agar para pecinta kopi memahami filosofi setiap jenis kopi,” jelasnya.

Kabid Perkebunan Distan Banten Agus Purno mengatakan, melalui festival kopi diharapkan petani kopi di Banten bersemangat menanam kopi. “Selama ini para petani kopi di Banten kurang bersemangat, lantaran harga kopi asli Banten masih di bawah harga kopi dari provinsi lain,” katanya.

Saat ini, lanjut Agus, pihaknya sedang melakukan verifikasi varian kopi yang ada di Provinsi Banten.

“Proses pendataan di delapan kabupaten kota rampung pada 20 Maret mendatang. Nanti kita rilis ada berapa jenis kopi asli Banten,” ungkapnya. (Deni S)