Distribusi Air Bersih Tersendat, PDAM Tirta Multatuli Didemo Masyarakat Kalanganyar

LEBAK – Puluhan masyarakat di Kampung Desa Situleutik, Desa Aweh, Kecamatan Kalanganyar, melakukan aksi demonstrasi di depan kantor PDAM Tirta Multatuli. Mereka memprotes tersendatnya distribusi air bersih dari PDAM ke rumah pelanggan sejak beberapa hari lalu.

Pantauan Radar Banten di lokasi, masyarakat melakukan orasi di depan kantor PDAM Tirta Multatuli sambil membentangkan poster yang berisi kecaman terhadap manajemen PDAM yang dinilai kurang profesional. Mereka kecewa terhadap kinerja PDAM, karena sudah lebih dari seminggu distribusi air bersih tersendat. Direktur PDAM Oya Masri menemui langsung para pelanggan yang melakukan aksi. Dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian, aksi berlangsung dengan aman dan tertib sampai massa membubarkan diri.

Perwakilan warga Ade Irawan menyatakan, kinerja manajemen PDAM Tirta Multatuli buruk. Selama hampir 11 hari distribusi air ke rumah pelanggan bermasalah. Akibatnya, masyarakat kesulitan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Air mengalir ke rumah pelanggan pada dini hari. Pagi harinya saat air dibutuhkan, distribusi air kembali tersendat dan kualitas airnya kotor. Karena itu, masyarakat meminta PDAM segera memberikan solusi terhadap masyarakat,” ujar Ade kepada Radar Banten, Jumat (13/9).

Direktur PDAM Tirta Multatuli Oya Masri mengakui, distribusi air bersih kepada pelanggan mengalami gangguan. Kondisi tersebut akibat faktor alam, yaitu menyusutnya debit air Sungai Ciujung yang menjadi bahan baku pengolahan air bersih untuk didistribusikan kepada pelanggan.

“Saya sebenarnya enggak mau menyalahkan siapa-siapa. Tapi ini karena faktor alam, pipa yang mengalirkan air dari sungai ke instalasi pengolahan air bersih (IPA) posisinya menggantung, karena air sungai menyusut,” ungkapnya. (Mastur)