Distribusikan Tuak, Pria Paruh Baya Diamankan

0
97
Ilustrasi/Inet

SERANG – Pria paruh baya berinisial BA (47) diamankan petugas Polres Serang Kota di wilayah Kepandean, Kelurahan Lontar Baru, Kecamatan Serang, Kota Serang, Sabtu (6/7) malam. BA diamankan setelah diduga mendistribusikan minuman jenis tuak ke toko jamu dan lapo. Dari tangan BA, polisi mengamankan enam jeriken kosong bekas tuak.

Perwira Pengawas (Pawas) Operasi Cipta Kondisi (Cipkon) Polres Serang Kota Inspektur Polisi Dua (Ipda) Ade Komarudin mengatakan, pengamanan terhadap BA bermula saat petugas mencurigai sebuah mobil yang terparkir di sebuah toko jamu yang terindikasi menjual minuman keras. Setelah dilakukan pengecekan, ditemukan jeriken di dalam bagasi mobil pria baruh baya tersebut. “Kita temukan enam jeriken kosong dalam bagasi mobil yang diduga kuat sebagai tempat menyimpan miras oplosan jenis Tuak. Walaupun kosong, dari aromanya tercium bau alkohol,” ungkap Ade kepada wartawan usai kegiatan operasi Cipkon di Mapolres Serang Kota, kemarin.

Untuk pemeriksaan lanjutan, kata Ade, BA dibawa petugas ke Mapolres Serang Kota berserta kendaraan dan bukti enam jeriken untuk diinterogasi lebih lanjut. “Kita amankan ke Mapolres Serang Kota untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, terkait kemana saja pendistribusiannya dan dimana tempat pembuatannya,” jelasnya.

Dalam operasi selain mengamankan BA, lanjut Ade, polisi juga menyita belasan botol miras berbagai merek dari sejumlah toko jamu dan lapo di wilayah hukum Polres Serang Kota. “Ada empat dus yang kita sita dari toko, lalu ada pula satu ember dan satu galon tuak dari lapo di wilayah Kalodran,” ungkapnya.

Dikatakan Ade, minuman keras jenis Tuak dan jenis minuman oplosan telah banyak menelan banyak korban jiwa. Untuk itu, pihaknya terus melakukan penindakan terhadap peredaran miras di wilayah hukumnya.  Ditegaskan Ade, minuman jenis Tuak dan minuman oplosan berbahaya karena dibuat tanpa takaran yang jelas. “Dampaknya sangat berbahaya bagi tubuh jika dikonsumsi. Kita akan terus dalami peredarannya dan tempat pembuatannya guna mencegah adanya korban jiwa akibat mengonsumsi miras oplosan,” tegasnya.

Kasatreskrim Polres Serang Kota Ajun Komisaris Polisi (AKP) Ivan Adhitira menambahkan, pihaknya tidak memproses hukum BA. Dia hanya dilakukan pembinaan agar tidak lagi mengedarkan minuman jenis Tuak.  “Tidak ada pidananya, karena itu kan minuman tradisonal yang dibuat dari bahan Aren. Kita kasih pengarahan saja,” tutur Ivan. (Fahmi Sa’i)