Ditabrak, Bibi dan Keponakan Nyaris Tewas

Ilustrasi

CILEGON – Astuti (30) dan Randi Setiawan (6) nyaris meregang nyawa di Jalan Lingkar Selatan (JLS), Lingkungan Krotek, Kelurahan Kalitimbang, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, Senin (20/5). Bibi dan keponakan itu terpental usai motor yang ditumpanginya ditabrak truk wing box.

Informasi yang dihimpun dari Unit Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas) Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Cilegon, kecelakaan itu terjadi sekira pukul 09.00 WIB. Sebelumnya, Astuti mengendarai motor Yamaha Mio nopol A 4971 CB dengan memboncengkan Randi Setiawan. Motor melaju dari arah Kota Cilegon menuju Mancak, Kabupaten Serang. Setibanya di simpang empat Krotek, Astuti berniat menyeberang dengan memotong jalan. Saat bersamaan, dari arah Pondok Cilegon Indah (PCI) ke Ciwandan melaju sebuah truk wing box nopol B 9411 SYN dengan kecepatan tinggi.

Diduga, pengemudi bernama Jaenal itu tak dapat mengendalikan truk kosong tersebut dan menabrak sisi kiri motor korban. “Keterangan sementara, usai tertabrak dari samping, korban beserta motornya masuk ke kolong mobil,” kata Kanit Laka Lantas Inspektur Polisi Dua (Ipda) Haris Munandar, Senin (20/5).

Beruntung, keduanya tidak terlindas ban truk. Namun, benturan ke aspal itu menyebabkan kedua korban mengalami luka berat. Astuti terluka di bagian kepala depan. Sedangkan Randi mengalami luka di kepala bagian belakang dan kaki.

Kedua korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilegon.

“Mobil kita simpan di Subsektor Grogol, motor dan supir diamankan di Polres,” ucap Haris.

Jemian, warga sekitar menuturkan, lokasi tersebut memang rawan lakalantas lantaran kondisi jalan dari arah PCI menanjak dan tanpa rambu-rambu lalu lintas. Menurutnya, simpang empat Krotek itu tak boleh digunakan untuk menyeberang. “Harusnya yang akan ke Mancak memutar lebih dahulu atau ada lampu merah. Tapi, kadang lampu merah diterobos saja,” ungkap Jemian.

Dia berharap pemerintah melakukan tindakan agar peristiwa lakalantas di lokasi tersebut tidak terulang. “Katanya mah Lurah sudah ngomong ke PU, tapi enggak tahu ya, sampai sekarang belum ada saja,” ujar Jemian. (bam/nda/ira)