Ditangkap Polisi Tanpa Surat, Keluarga Ngadu ke LBH

0
706 views

SERANG – Penangkapan terhadap warga yang diduga terlibat perusakan menyisakan persoalan baru. Fuadi (23) ditangkap tim Opsnal Ditreskrimum Polda Banten, Selasa (7/2) sore, tanpa surat penangkapan. Tukang pangkas rambut itu ditangkap saat sedang bekerja di daerah Paluates, Cadasari, Kabupaten Pandeglang, sekira pukul 16.00 WiB. Fuadi dikabarkan ditangkap oleh tiga anggota Polda Banten. “Ada tiga orang. Jadi, satu orang bawa motor, minta cukurin rambut. Pas ditanya, nama kamu Fuadi? Karena sering becanda, Fuadi jawab bukan. Langsung ditangkap, dimasukin sama dua orang lagi dalam mobil Avanza hitam,” kata Badrussalam, sepupu Fuadi di Mapolda Banten, kemarin sore.

Penangkapan Fuadi itu membuat kaget rekan kerjanya itu. Setelah Fuadi dibawa pergi, rekannya langsung menutup tempat pangkas rambutnya. “Kasih kabar ke keluarga, kalau ditangkap,” ujar Badrussalam.

Penangkapan bapak satu anak itu membuat geger warga Kampung Muntur, Desa Panjirapan, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang. Warga mengadukan hal itu ke LBH Rakyat. Setelah menunggu tak ada kabar dari pihak kepolisian, keluarga Fuadi didampingi pengacara dari LBH Rakyat mendatangi Mapolda Banten. “Sampai polda jam dua pagi. Kami menanyakan keberadaaan Fuadi. Kami diminta datang lagi pagi,” tambah Erwin Surya Saputra, pengacara LBH Rakyat.

Jawaban itu tidak memuaskan mereka. Hingga salah satu perwira di Ditreskrimum Polda Banten mengakui, ada penangkapan terhadap warga dan dalam perjalanan menuju Polda Banten. “Kami diminta menunggu kabar selama 1 x 24 jam,” katanya.

Kendati tak puas, keluarga Fuadi dan LBH Rakyat memutuskan pulang. Penangkapan itu dinilai mengandung cacat prosedur sebagaimana Pasal 17 Pasal 18 ayat (3) KUHAP. Apalagi, hingga pukul 17.00 WIB, keluarga belum juga mendapat kepastian. “Kalau tidak ada surat penangkapan, sama saja dengan penculikan,” katanya.

Kabar keberadaan Fuadi di Mapolres Pandeglang baru diketahui, kemarin (8/2) malam, setelah tim LBH Rakyat mendatangi Mapolres Pandeglang. “Kami cek, ada di polres. Memang ada. Cuma sampai sekarang tidak ada surat penangkapan. Tentu kami akan mengambil langkah hukum,” katanya tanpa memerinci langkah hukum yang diambil.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Banten AKBP Zaenudin mengakui, ada penangkapan yang dilakukan sebagai buntut aksi massa. “Saya belum dapat informasi soal surat penangkapan itu,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, perusakan terhadap PT Tirta Fresindo Jaya (TFJ) anak perusahaan PT Mayora Group di Kampung Gayam, Desa Cadasari, Kecamatan Cadasari, berbuntut panjang. Saat ini, polisi melakukan penyelidikan dan memburu para pelaku perusakan terhadap fasilitas perusahaan tersebut. (Merwanda/Radar Banten)