Ditanya Wartawan, Kepala Dinkes: Jangan Ledekin Aja

0
2342

SERANG – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banten Ati Pramudji Hastuti tak bisa menghindari kejaran wartawan, usai dimintai klarifikasi terkait pengunduran diri 20 pejabat Dinkes Banten oleh Komisi V DPRD Banten, Kamis (3/6).

Didampingi Sekda Banten Al Muktabar, Ati menolak menjawab pertanyaan wartawan terkait kasus pengadaan masker dan pengunduran 20 pejabat. Bahkan saat ditanya terkait kelanjutan program vaksinasi Covid-19, Ati pun berusaha menghindar.
“Jangan ledekin (mengejek) aja,” jawab Ati.

Ati kemudian berusaha menghindar puluhan wartawan yang terus mencecar pertanyaan seputar kasus masker. Namun upayanya gagal. Akhirnya ia bersedia diwawancara asalkan terkait program vaksinasi.
“Besok vaksinasi untuk lansia akan dilanjutkan, bahkan Pak Kapolri akan langsung datang ke Banten untuk meninjau pelaksanaan vaksinasi lansia,” tuturnya.

Menurut Ati, program vaksinasi tetap berjalan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Polda Banten. Lalu Ati juga menyinggung soal perkembangan kasus Covid di Banten.
“Kami sampaikan di Banten tidak terjadi kluster pemudik, meskipun di lapangan tetap ditemukan tiga kasus positif saat pelaksanaan mudik di Banten,” bebernya.

Saat diminta tanggapannya terkait kasus pengadaan masker tahun anggaran 2020 dan pengunduran 20 pejabat di Dinkes Banten. Ati langsung bungkam dan menolak memberikan tanggapan.
“Sudah ya, Pak Sekda tolong ini,” sambil lari meninggalkan gedung DPRD Banten.

“Nanti ada waktunya,” kata Ati sambil meninggalkan wartawan yang terus mengejarnya.

Sementara Sekda Banten Al Muktabar mengatakan, secara prinsip Kepala Dinkes telah memberikan kronologi terhadap Komisi V terkait pengunduran 20 pejabat Dinkes.
“Tadi cuma menyampaikan kronologi, tidak membahas persoalan hukumnya,” katanya.

Al juga menyampaikan, 20 pejabat yang mengundurkan diri telah ditindaklanjuti BKD.
“Hasilnya baru disampaikan ke gubernur, hari ini belum ada keputusan pengunduran diri itu ditolak atau diterima oleh Pak Gubernur,” tegasnya.

Sementara Ketua Komisi V M Nizar m mengatakan, pihaknya memanggil Kepala Dinkes tidak untuk membahas permasalahan hukumnya, tapi membahas layanan publik pasca 20 pejabat mengajukan pengunduran diri.
“Tadi kepala Dinkes telah menyampaikan layanan publik tidak terganggu, karena staf Dinkes tetap bekerja. Kita dorong agar persoalan ini tidak sampai merugikan masyarakat, sebab layanan publik mengenai kesehatan harus tetap berjalan,” ungkap Nizar.

(Deni S)