Diterpa Angin Kencang, Gubuk Nenek Sebatang Kara di Cinangka Ambruk

0
80

CINANGKA – Nasib malang dialami Sani, perempuan lanjut usia berusia 63 tahun asal Desa Cikolelet, Kecamatan Cinangka. Gubuk yang ditempati nenek yang tinggal sebatang kara itu ambruk setelah diterpa angin kencang disertai hujan deras, Selasa (7/11) pagi.

Saat ini, kondisi gubuk yang ambruk memprihatinkan. Gubuk rata dengan tanah, perabotan tampak berantakan.

Tak jauh dari lokasi rumah ambruk, Sani hanya termenung meratapi nasibnya saat tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang dibantu warga setempat membantu membersihkan puing-puing sisa reruntuhan rumah semi permanen itu. Rumah Sani hanya terbuat dari bilik bambu.

Diketahui, gubuk milik Sani rata dengan tanah sekira pukul 06.00 WIB. Beruntung bagi Sani karena saat kejadian tidak sedang berada di rumah.

Kepala Desa Cikolelet Ojat Darojat mengaku prihatin atas bencana yang menimpa Sani. Menurut Ojat, rumah Sani ambruk akibat diterjang hujan deras disertai angin kencang yang terjadi sejak subuh. Kata Ojat, Sani tinggal sendiri dan sudah lama berstatus janda ditinggal mati suami. “Tinggalnya sendiri, anak-anaknya sudah berkeluarga semua,” ungkapnya.

Dikatakan Ojat, rumah kumuh milik Sani sudah pernah didata untuk masuk perencanaan program rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH). “Sudah kita ajukan untuk rehab rumah. Kondisi rumahnya memang sudah reyot,” ujarnya.

Ojat pun langsung melaporkan bencana yang menimpa Sani kepada polsek dan Camat Cinangka. “Berita acaranya sedang saya buat dan segera disampaikan ke Pemkab,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Serang Nana Sukmana Kusuma mengatakan, pihaknya sudah melakukan assessment terhadap rumah ambruk milik lansia yang diketahui tinggal sebatang kara itu. “Setelah menerima laporan, kita langsung validasi data di lapangan. Tidak ada korban jiwa. Saat kejadian, Ibu Sani kebetulan sedang di luar,” tegas Nana yang dikonfirmasi melalui sambungan telepon seluler.

Nana menyatakan, kondisi rumah Sani saat ini dalam kondisi rusak berat. Kerugian ditaksir sekira Rp 25 juta. “Nilai itu dihitung dari luas bangunan 4×9 meter berikut peralatan masak, tempat tidur, dan logistik,” terangnya.

“Sementara Sani tinggal bersama keluarganya,” pungkasnya. (Rozak/RBG)