Ditinggal Ngemal, Motor Dicuri

SERANG –  Pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Kota Serang kian nekat. Minggu (23/2), aksi curanmor berlangsung di pusat keramaian di Kota Serang. Motor Honda Scoopy nopol A 3864 DA raib saat parkir di depan Gereja HKBP Serang, Kelurahan Kotabaru, Kecamatan Serang, Kota Serang.

Pencurian itu baru diketahui sekira pukul 20.00 WIB. Sebelumnya, Shanty Wildaniyah (44), bersiap nge-mal di sebuah mal di Jalan Veteran, Kota Serang itu. Sekira pukul 18.30 WIB, Shanty tiba di lokasi. 

Namun, Shanty memarkirkan motornya di bahu jalan, tepatnya di depan Gereja HKBP Serang. Sebelum meninggalkan motornya, perempuan yang berprofesi sebagai advokat itu mengunci stang dan menutup lubang stop kontak. “Sudah dikunci stang. Saya enggak tahu dia (pelaku-red) sampai bisa mengambil motornya,” kata Shanty, Senin (24/2).

Warga Kompleks Taman Cimuncang Indah, Kelurahan Cimuncang, Kecamatan Serang, Kota Serang, itu kemudian masuk ke mal yang berada di sebelah gedung gereja tersebut. Usai berbelanja, Shanty keluar mal untuk pulang ke rumah.

Dia terkejut, saat motornya tak dapat ditemukan. Shanty sempat menanyakan warga sekitar untuk menanyakan keberadaan motornya. “Saya tahu motornya hilang sekira jam 8-an malam. Saat itu pas kembali lagi ke parkir motor sudah tidak ada,” kata Shanty.

Diduga pelaku mencuri motor korban saat kondisi jalan sepi. Sehingga, aksi pelaku tidak diperhatikan warga sekitar. “Karena mungkin saat kejadian sepi jadi tidak ada yang lihat,” kata Shanty.

Tadi malam (24/2), Shanty berencana melaporkan aksi curanmor tersebut ke Mapolres Serang Kota. Dia berharap pelaku dapat ditangkap. “Saat ini saya masih sidang, nanti malam baru buat laporan. Harapannya, pelakunya bisa ketangkap,” ucap Shanty.

Kasubag Humas Polres Serang Kota Ajun Komisaris Polisi (AKP) Badri Hasan mengaku belum menerima informasi kasus curanmor tersebut. “Saya belum tahu ada kasus itu. Silahkan saja korbannya membuat laporan ke Polres,” kata Badri.

Namun, dia mewanti-wanti agar masyarakat selalu waspada dan tidak meninggalkan kendaraan di tempat sepi. “Kami mengimbau kepada masyarakat untuk jangan memarkirkan kendaraan di tempat sepi. Lengkapi kunci ganda pada kendaraan. Paling itu yang dapat dilakukan dalam pencegahan pelaku pencurian,” tutur Badri. (mg05/nda/ags)