Ditinggalkan Gara-Gara Cemburu Sama Biduan

Alex (37), nama samaran, tak pernah menyangka profesinya sebagai pemain organ tunggal, berakibat rumah tangga yang dibangunnya selama lima tahun jadi berantakan. Gara-gara selalu menjadi sasaran godaan biduan selama menjalankan profesinya, Alex kerap dicemburuin istrinya, sebut saja Leli (36) hingga berujung perceraian. Ow ow ow segitunya.

Peristiwa cerainya Alex dan Leli terjadi tujuh tahun lalu. Padahal, Alex termasuk sosok lelaki setia. Ia tak pernah menjalin hubungan macam-macam dengan semua biduan yang pernah menggung dengannya, hanya menganggap teman atau saudara. Pengakuannya sih begitu, enggak tahu kenyataanya. “Lagian kalau lagi di atas panggung mah dipegang-pegang gitu biasa, namanya lagi menikmati musik,” kelitnya. Abang si enak aja, yang lihat sebel kali Bang.

Setelah kejadian itu, Alex tak pernah menyesali pilihan hidupnya menjadi pemain organ tunggal. Baginya, menjadi musisi musik dangdut sudah banyak membantu hidupnya meraih kebahagiaan hidup. Meski terkadang Alex mengalami kesulitan ekonomi ketika sedang tidak ada job. “Dulu pernah kerja di pabrik, capek, enggak bebas,” akunya. Sekarang enak ya Bang digoda terus sama biduan?

Alex ditemui Radar Banten pada acara halal bihalal salah satu partai politik (parpol) di Cilegon. Saat itu Alex terlihat sedang menikmati bermain keyboard mengiringi biduan yang sedang melantunkan lagu dangdut. Alex sedikit mengumbar senyum melihat sejumlah pria paruh baya yang terbuai ikut bergoyang sambil menyawer biduan. Begitu pun dengan Alex yang menggoyang-goyangkan kakinya mengikuti alunan musik. Setelah selesai acara, Alex lalu duduk menikmati makan siang di sebuah saung di lokasi acara. Saat itulah Alex diajak berbincang dan bercerita tentang masa lalunya. 

Alex sosoknya cukup karismatik. Bertubuh kurus tinggi dan berkacamata hitam cukup mempesona setiap wanita yang melihatnya. Namun demikian, Alex bukanlah lelaki buaya, melainkan sosok setia. Setiap tikungan ada maksudnya. Begitu pun dengan Leli yang termasuk wanita pekerja keras. Sikap Leli sebetulnya pendiam. Leli berubah sangar ketika ada hal yang tak sesuai kemauannya. DI amata Alex, Leli termasuk wanita sempurna, cantik, seksi, kulitnya juga putih yang membuat Alex hatuh cinta dibuatnya. “Sayangnya, dari awal pacaran Leli enggak pernah dukung hobi saya jadi pemain organ tunggal,” kesalnya.

Diakui Alex, pertemuannya dengan Leli bermula saat mereka bekerja di satu pabrik yang sama di Cilegon. Awalnya kehadiran Alex dianggap Leli sebagai teman biasa. Meskipun sikap Alex menunjukkan lebih dari sekadar teman, sering melepon dan mengantar pulang Leli ke rumahnya. Merasa nyaman, Leli mulai merasakan adanya getar-getar asmara terhadap Alex. “Jadiannya pas di bioskop. Saya ajak Leli nonton film romantis gitu. terus saya tembak, kena deh,” kenang Alex mesem-mesem. Pinter ya nyari momennya!

Sejak itu Alex semakin intens main ke rumah Leli. Bertemu dengan keluarga Leli dan membawa makanan setiap bekunjung apel malam Minggu demi mengambil hati orangtua Leli. Strateginya pun manjur, hubungan mereka mendapat restu dari orangtua Leli. Selama bekerja di pabrik, Alex terus mengasah hobinya bermain keyboard dengan rekan-rekannya di grup orkes dangdut. Ketika waktu senggang Alex selalu menerima sampingan menerima job manggung bersama biduan. Tak jarang Alex izin kerja demi menyalurkan hobinya. Bahkan, Leli sering dibuat kecewa oleh Alex suka membatalkan janji untuk datang apel malam Minggu demi manggung.

Setahun pacaran dan melewati lika-liku hubungan asmara, mereka akhirnya sepakat menuju pelaminan dan memulai hidup baru tinggal di rumah keluarga mempelai wanita. Awal-awal pernikahan mereka menunjukkan sebagai pasangan yang paling bahagia di dunia. Sejak mempunyai anak, Alex mulai jarang manggung demi fokus kerja dan ikut mengurus rumah tangga. Ia sempat dikeluarkan dari grup orkes dangdut, posisinya diganti pemain keyboard lainnya. “Nyesel sih, tapi memang ada target pengen beli rumah buat anak istri, jadi fokus kerja dulu,” ungkapnya.  Memang sudah seharusnya begitu Bang.

Namun, kenyataannya Alex ternyata tidak juga meraih apa yang dicita-citakannya itu. Alex yang tengah berjuang untuk keluarga malah dipecat dari pabrik. Tentu saja situasi itu membuat Alex galau. Enam bulan berstatus pengangguran, Alex mulai merapat lagi dengan grup orkesnya agar mempunyai penghasilan. “Walau pun kecil (menjadi pemain organ tunggal-red), lumayan buat makan,” ucapnya. Yang penting halal Bang.

Mengetahui Alex sudah mempunya penghasilan, Leli bukannya bersyukur malah emosi saat mengetahui uang pemberian Alex didapat dari hasil manggung acara dangdutan. Keributan di antara keduanya mulai terjadi. Alex pun bingung dengan sikap istrinya. “Tidur seharian di rumah dimarahin, cari duit dari main organ juga diomelin. Maunya apa sih?” keluhnya. Maunya abang punya perusahaan sendiri kali.

Sampai suatu malam, Alex manggung di acara hajatan tetangga. Terjadilah peristiwa penyanyi dangdut yang membelai pundak Alex sambil menyanyi. Sepulang dari acara dangdutan, Alex dilempari gelas, piring terbang, dan perabotan lainnya oleh Leli. “Malam itu saya diusir. Enggak tahu badan pada capek, pulang malah dilemparin gelas, kesal kan,” kesalnya. Bukannya diajak ke ranjang ya Bang!

Seminggu kemudian Leli meminta cerai. Alex pun tak berpikir panjang untuk menyetujui permintaan Leli. Kini Alex hidup sendiri dan masih mencari pengganti istri yang bisa menerima apa adanya. “Berusaha terus dong biar dapet yang lebih cantik dan mengerti kemauan saya,” harapnya. Amin, semangat Bang. (mg06/zai)