Dituding Buka Tender Proyek Bodong, Krakatau Posco Berikan Jawaban


CILEGON – Sejumlah pengusaha yang tergabung dalam Jaringan Pengusaha Ring 1 (Japr1) menuding PT Krakatau Posco telah melakukan monopoli usaha dan membuka tender proyek yang diduga bodong.

Perwakilan pengusaha Cilegon, Tatang Tarmizi menjelaskan, para pengusaha menduga pabrik baja patungan (joint venture) antara PT Krakatau Steel (KS) dengan Pohang Iron and Steel Corporation (Posco) itu menyodorkan tender bodong kepada pengusaha di Cilegon karena sampai saat ini tidak ada tindak lanjut yang jelas soal tender itu.

Di sisi lain, sejumlah pekerjaan banyak yang ditangani oleh perusahaan-perusahaan asal Korea Selatan yang dibawa oleh Posco. “Ada sekitar 34 perusahaan yang diboyong Posco ke Cilegon. Belum lagi di luar Posco family. Mungkin semua tender digarap kecuali cleaning service,” ujarnya usai melakukan pertemuan dengan perwakilan Krakatau Posco, Sabtu (5/10).

Dijelaskan Tatang, dalam pertemuan yang difasilitasi oleh Polsek Ciwandan tersebut, para pengusaha meminta kepada manajemen PT Krakatau Posco untuk bersikap adil dan profesional. 

Menurutnya, para pengusaha tidak alergi terhadap investasi dari negara asing. Namun, invetasi yang masuk itu harus mampu mengakomodir kepentingan pengusaha lokal sehingga bisa menciptakan pemerataan ekonomi di Kota Cilegon.

“Dalam pertemuan itu disepakati sejumlah hal, misalnya, Krakatau Posco bersungguh sungguh akan melakukan upaya sinergi dan membuka peluang usaha sebagai bentuk good will atau niat baik dan keberpihakan kepada pengusaha lokal, khususnya Ring1 dan umumnya Cilegon,” ujarnya.

Untuk mengawal kesepakatan tersebut, seluruh pihak membentuk tim komunikasi. “Kita akan menunggu implementasi langkah konkret selama 20 sampai 30 hari ke depan. Dan jika ternyata belum ada langkah-langkah konkret maka kami akan melakukan langkah-langkah selanjutnya untuk membela kepentingan masyarakat,” paparnya.

Direktur Human Resource & General Affair PT Krakatau Posco Yusuf Marhaban ikut hadir dalam pertemuan tersebut. Ia membantah jika perusahaannya melakukan monopoli melalui tender bodong. Pandangan yang timbul di kalangan para pengusaha itu karena kurang baiknya komunikasi yang terjalin. Karena itu, menurutnya perlu diluruskan.

Yusuf mengaku menyesalkan munculnya tudingan tersebut karena pada kenyataannya selama ini kebijakan yang diambil oleh PT Krakatau Posco telah sejalan dengan pengusaha yakni memberdayakan kearifan lokal.

“Saya sudah berusaha untuk mendapatkan pekerjaan itu untuk teman-teman pengusaha lokal,” paparnya.


Usai pertemuan itu, ia berharap komunikasi antara PT Krakatau Posco dengan para pengusaha bisa terjalin lebih baik, sehingga tidak ada lagi gesekan antara perusahaan dengan para pengusaha. (Bayu Mulyana)