Dituduh Geng Motor, Dua Pemuda Dikeroyok

0
662 views
Kapolsek Kramatwatu Kompol Raden Muhammad Sofyan saat melakukan pemeriksaan terhadap warung jamu di Kramatwatu, Kabupaten Serang, Sabtu (18/1) malam.

SERANG – Feby Sanjaya (20) dan Opik Rahman (20), dikeroyok oleh sejumlah warga di Desa Serdang, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Minggu (19/1) dini hari. Dua pemuda asal Kampung Kramatwatu, Desa Kramatwatu, Kecamatan Kramatwatu itu dituduh anggota geng motor yang kerap membuat resah warga.

“Betul, ada dua orang warga Desa Kramatwatu yang menjadi korban penganiayaan dini hari tadi. Keduanya dikira warga sebagai geng motor yang membuat keresahan warga,” ujar Kapolsek Kramatwatu Komisaris Polisi (Kompol) Raden Muhammad Sofyan.                      

Pengeroyokan itu membuat Feby mengalami luka lecet pada bagian kaki dan tangan. Sedangkan Opik mengalami luka robek pada bagian kepala belakang. “Keduanya sudah kami amankan dan bawa ke rumah sakit,” kata Sofyan.

Sebelumnya, polisi mendapat informasi tentang penyerangan geng motor terhadap warga Desa Serdang. Polisi kemudian mendatangi lokasi.

“Saat kami melakukan razia pekat (penyakit masyarakat-red), kami mendapat informasi akan ada penyerangan ke Desa Serdang. Kami kemudian berkoordinasi dengan Polsek Waringinkurung untuk menghalau massa tersebut,” kata Sofyan.

Saat tiba di Jalan Raya Serdang, puluhan remaja yang diduga geng motor kabur. Saat dilakukan pengejaran, dua remaja berinisial SH (16) dan AE (16) berhasil diamankan.“Keduanya masih berstatus pelajar dan warga Kota Serang,” ujar Sofyan.

Nah, keberadaan Feby dan Opik disalahpahmi warga sebagai anggota geng motor. Kedua pemuda yang sedang melintas di lokasi, dihentikan dan dikeroyok warga. “Saat kejadian keduanya melintas dengan mengendarai sepeda motor. Kedua korban ini dituduh sebagai bagian dari mereka (geng motor-red),” kata Sofyan.

Beruntung polisi bergerak cepat. Dua pemuda itu dievakuasi dari lokasi kejadian dengan mobil patroli. “Untuk dua remaja (geng motor-red) yang kami amankan tersebut kami lakukan pembinaan dan panggil orangtuanya,” tutur Sofyan. (mg05/nda/ira)