Dituduh Nyuri, Buruh Dipaksa Mundur

0
803
Suasana sidang gugatan seorang pekerja yang mengalami pemecatan Atokullah di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri (PN) Serang, Kota Serang, Senin (25/1).

Pencurian Sebotol Handsanitizer PT Angels Producks

SERANG – Atokullah (40), dipecat dari PT Angels Producks lantaran dituduh mencuri sebotol handsanitizer. Warga Kampung Kramatwatu, Desa Kramatwatu, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang itu tidak terima.

Pemecatan tersebut digugat oleh Atokullah.

Gugatan Atokullah dilayangkan ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri (PN) Serang.

Atokullah menyangkal tuduhan pencurian tersebut. Dia mengaku tidak berniat mengambil handsanitizer tersebut. Pada Maret 2020 lalu, Atokullah hanya berniat memindahkan sebotol handsanitizer itu dari lantai 3 ke lantai 2 ruang produksi.

“Tujuan saya itu mau saya bagikan isi handsanitizer-nya ke botol yang ada di lantai 2,  bukan untuk dimiliki apalagi sampai dibawa pulang ke rumah. Sewaktu pulang tas pun diperiksa sama sekuriti, alhamdulillah aman karena enggak bawa apa-apa,” tutur pria yang akrab disapa Atok itu kepada Banten Raya (Radarbantengroup), Senin (25/1).

Usai peristiwa itu, pada awal April 2020, Atok dipanggil ke ruangan section head HRD PT Angel Products Sugianto. Dia menunjukkan rekaman kamera pengintai atau closed circuit television (CCTV) saat Atok mengambil handsanitizer. “Pak Sugianto memperlihatkan CCTV yang terekam dalam laptop. Saya kaget, Pak Sugianto bilang saya sudah mencuri. Padahal saya sudah jelaskan barang itu masih ada (hanya dipindahkan dari lantai 3 ke lantai 2-red),” beber Atok.

Usai menunjukkan rekaman CCTV, Sugianto mengintimidasi Atok untuk memilih mengundurkan diri atau diproses hukum.

“Pak Sugianto terus memberikan 2 pilihan, resign atau dipenjara. Bahkan, Pak Sugianto bilang kamu akan dipenjara selama tujuh tahun kalau melalui jalur hukum. Apa kamu enggak kasihan sama istri dan anak,” kata Atok menirukan ucapan Sugianto.

Ucapan Sugianto membuat Atok tertekan. Dia terpaksa memilih mundur dari pekerjaannnya di pabrik gula rafinasi yang beroperasi di Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang itu.

Selama belasan tahun bekerja, Atok mengklaim tidak pernah membuat masalah atau menerima surat peringatan dari perusahaan. “Tanggal 5 April 2020, saat mau kerja, di depan kantor petugas sekuriti saya ditahan, tidak boleh masuk pabrik dikarenakan saya sudah dinyatakan resign,” ungkap Atok.

Petugas keamanan PT Angels Products bernama Juhri membenarkan Atokullah sudah tidak bekerja sejak 4 April 2020. Namun, Juhri tak tahu alasaan pemecatan Atokullah.

“Masalahnya tidak tahu (pemecatan Ato-red). Disuruh Pak Sugianto, bawa Atok ke ruangan HRD, Disuruh lihat CCTV dan melihat handsanitizer dimasukin ke tas,” kata Juhri.

Hingga kemarin Juhri menegaskan tidak pernah menerima laporan Atok kepergok membawa handsanitizer. “Saat pulang ada dua pemeriksaan (pos 1 pemeriksaan bagasi motor dan pos 2 pemeriksaan tas serta badan-red), tidak tahu (bawa handsanitizer-red),” ungkapnya.

Sementara Section Head HRD PT Angel Products Sugianto enggan memberi keterangan kepada awak media. “Nggak, nggak, nggak,” katanya sembari meninggalkan awak media. (rbnn/nda)